MasarikuOnline.Com, Ambon – BPJS Kesehatan semakin meningkatkan kualitas pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) demi kenyamanan dan rasa aman kepada seluruh masyarakat.
Salah satu peserta JKN yang merasakan manfaat JKN adalah Meyse Stela Taraudu (22), Meyse mengaku telah menjadi peserta JKN sejak tahun 2015 dan terdaftar pada segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).
“Karena orang tua saya Pegawai Negeri Sipil (PNS), jadi pada saat itu saya masuk tanggungan orang tua, hingga pada akhirnya saya bekerja dan dialihkan menjadi tanggungan diri sendiri yang dibantu oleh perusahaan tempat saya bekerja kala itu,” kata Meyse.
Mesye mengaku telah banyak memanfaatkan berbagai layanan dengan bantuan JKN, awal mula saat dirinya ada di bangku kelas 2 Sekolah Menengah Atas (SMA), ia pernah dirawat pada salah satu rumah sakit di kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat.
“Dulu saya pertama kali dirawat karena penyakit tifus yang saya alami, sehingga mengharuskan saya untuk menjalankan pengobatan lebih lanjut,” ujar Meyse.
Tidak hanya itu, Meyse kemudian memafaatkan layanan di fasilitas kesehatan ketika duduk di bangku kuliah namun dengan diagnosa yang berbeda, hal tersebut menjadi pengalaman keduanya menjalani perawatan di Rumah Sakit Leimena Ambon, ia mengaku kali kedua masuk dengan diagnosa gerd atau yang biasa dikenal dengan asam lambung.
“Kejadiannya terjadi dua hari setelah saya selesai ujian proposal, saya mengaku benar-benar mengejar untuk menyelesaikannya sehingga tidak memperhatikan pola makan saya, ditambah dengan tidur yang kurang cukup dan rasa cemas berlebih, memicu terjadinya penyakit tersebut,” ujar Meyse.
Baru-baru ini, Meyse kembali menggunakan haknya sebagai sebagai peserta JKN, ia dirawat pada Rumah Sakit Umum Daerah Karel Sadsuitubun Langgur, karena penyakit asam lambungnya kambuh sehingga mengharuskan dirinya mendapatkan pengobatan kembali.
“Pada saat itu kami sedang melakukan posyandu keliling, karena cuaca yang sangat panas, dan asam lambung saya yang kembali kumat, tiba-tiba saya merasa pusing dan lemas hingga akhinya pingsan, kemudian saya dibawa ke Puskesmas Larat Kei dan diberikan pertolongan pertama namun setelah itu saya diberikan surat rujukan untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Daerah Karel Sadsuitubun Langgur, dengan kondisi tersebut membuat saya harus dirawat selama tiga hari,” ujar Meyse.
Selama menjalani pengobatan tersebut, Meyse merasa puas dengan pelayanan yang diberikan, seluruh tenaga medis ramah dan baik dalam menyampaikan prosedur pelayanan dengan menggunakan JKN, ia juga merasa tidak ada perbedaan antara dirinya dengan peserta lain karena pelayanan yang diberikan oleh seluruh tenaga medis pada rumah sakit tersebut sama.
Meyse juga menyampaikan bahwa tidak ada biaya apapun yang dikeluarkan saat ia menjalani pengobatan. Meyse menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan, karena dengan adanya program JKN ia sangat terbantu, banyak manfaat yang sudah dirasakannya, dirinya merasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan jika hendak mendapatkan layanan kesehatan dengan menggunakan Program JKN.
Meyse sangat berharap BPJS Kesehatan melalui Program JKN selalu ada agar dapat membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
“Saya sendiri yang telah menyaksikan bahwa banyak orang yang membutuhkan program ini, setiap orang yang saya temui dan membutuhkan pengobatan, tentu akan saya anjurkan untuk menggunakan JKN, karena saya sendiri telah merasakan manfaatnya, Program JKN nyatanya memberikan manfaat yang nyata, apalagi bagi masyarakat yang kurang mampu,” ujar Meyse. (**)















