OJK Maluku dan Pemkot Ambon Luncurkan Modul Literasi Keuangan Pertama untuk SMP di Indonesia

oleh -378 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon — Pemerintah Kota Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku resmi meluncurkan Modul Ajar Literasi Keuangan Mata Pelajaran IPS tingkat SMP/MTs, Rabu (20/5/2026). Modul ini menjadi yang pertama di Indonesia untuk jenjang SMP/MTs dan digadang-gadang sebagai langkah strategis membangun generasi muda yang cerdas mengelola keuangan sejak dini.

Peluncuran modul dilakukan dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Upacara Pemerintah Kota Ambon.

Penandatanganan komitmen ditandai dengan penyerahan simbolis Buku Modul Ajar Literasi Keuangan oleh Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady kepada Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.

Mengusung tema “Tunas Bangsa Bijak Mengelola Keuangan, Finansial Kuat, Negara Berdaulat”, program ini menjadi bentuk sinergi antara OJK Maluku dan Pemerintah Kota Ambon dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar.

Untuk memperkuat implementasi program tersebut, Pemerintah Kota Ambon juga telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Ambon Nomor 400.3.1/10/SE/2026 tanggal 18 April 2026 tentang Implementasi Pelaksanaan Program Bersama Tingkatkan Literasi Keuangan Satu Rekening Satu Pelajar (BETA KEJAR) SMP/MTs di Kota Ambon.

Dalam amanat upacara, Bodewin Wattimena menegaskan bahwa kehadiran modul ajar ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas sekaligus membangun kesadaran finansial generasi muda.

“Kita juga perlu berbangga, karena Modul Ajar ini merupakan Modul Ajar Literasi Keuangan pertama di Indonesia untuk tingkat SMP/MTs,” kata Bodewin.

Sementara itu, Haramain Billady menjelaskan bahwa modul tersebut akan diterapkan secara terintegrasi dalam mata pelajaran IPS di seluruh SMP/MTs di Kota Ambon. Menurutnya, penerapan modul tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga pembentukan karakter murid agar bijak mengelola keuangan, disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan memiliki budaya menabung sejak dini.

Ia menambahkan, penerapan modul diharapkan mampu menciptakan desain pembelajaran yang relevan dengan capaian pendidikan, memperkuat praktik pedagogis, membangun kemitraan pembelajaran, hingga menciptakan lingkungan belajar yang mendukung profil lulusan yang berkualitas.

Adapun materi dalam Modul Ajar Literasi Keuangan ini telah diselaraskan dengan standar capaian pembelajaran IPS tingkat SMP/MTs, meliputi pemenuhan kebutuhan melalui kegiatan ekonomi, pasar, lembaga keuangan, hingga peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital.

“Penyesuaian informasi, penguatan materi literasi keuangan, dan ketentuan terbaru di sektor jasa keuangan telah dilakukan penyelarasan dalam modul ajar dimaksud, sehingga murid SMP/MTs di Kota Ambon akan semakin meningkat literasi keuangan mereka dan mendorong minat murid untuk mengakses produk keuangan formal seperti Simpan Pelajar (SimPel),” ujar Haramain.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan perbankan di Kota Ambon, perwakilan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (MGMP IPS) Kota Ambon, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Ambon.

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Ambon, OJK Maluku, dan lembaga jasa keuangan, peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan pelajar diharapkan dapat terus berkembang dan menciptakan generasi muda yang melek finansial di masa depan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.