MASARIKU.COM, Pimpinan DPRD Maluku lewat Wakil Ketua DPRD Maluku Melkias Sairdekut, S.Hut usai rapat bersama jajaran dan Pimpinan Dinas Kesehatan, Pimpinan Rumah sakit Siloam, Pimpinan Angksapura, Pimpinan RSUD dr. Haullusy menegaskan akan mengevaluasi dan meminta keterangan terkait mahalnya PCR bagi pelaku perjalanan yang hendak pulang kampung. Mahalnya test PCR ini sebelumnya dikeluhkan oleh mahasiswa, yang dianggap mereka sangat memberatkan. Penegasan ini disampaikan Sairdekut saat dikonfirmasi wartawan di Kantor DPRD Maluku pada Selasa 10/8/2021.
Ia katakan kita akan membicarakan hal ini dengan penanggungjawab, dalam hal ini gugus tugas provinsi karena menyangkut kebijakan soal biaya, akan kita bicarakan Setelah rapat ini. Karena sebelumnya masyarakat mengeluh soal mahalnya test cepat molekuler tcm.
Lanjutnya, Harga test cepat molekuler ini sangat bervariatif bagi kalangan berkantong dan mempunyai uang, hal ini tidak menjadi masalah tapi bagaimana dengan pelaku perjalanan yang seperti mahasiswa untuk test cepat molekuler (TCM) dan test rapid anti gen di patok harga 900 ribu hingga 1 juta lebih.
Oleh karena itu, kedepan DPRD Maluku akan mengagendakan pemanggilan pihak-pihak berkompeten dalam hal ini gugus tugas covid, pihak balai laboratoium Dinas Kesehatan.
Ditempat yang berbeda, Pelaksana harian Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dr Zulkarnaen kepada wartawan menegaskan akan mendatangkan sebanyak 15 alat PCR untuk beberapa rumah sakit rujukan covid 19 di Kota Ambon.
Untuk itu, pihaknya telah menyurat ke Kementrian kesehatan agar supaya dipercepat guna menangulangi keterbatasan alat PCR yang ada dibeberapa rumah sakit rujukan covid 19.
Ia mengakui surat untuk pengajuan penambahan alat PCR ini sudah dilayangkan tinggal respon dari kementerian kesehatan dan surat pengajuan telah dilayangkan sejak bulan Juli 2021 Kata dr. Zulkarnaen, Mudah-mudahan dalam tahun ini sudah bisa datang alatnya.
Hal ini disampaikan dr Zulkrenaen usai mengikuti rapat dengar pendapat dengan pihak pimpinan dan Anggota DPRD Maluku yang berlangsung diruang paripurna DPRD Maluku karang panjang Ambon pada Selasa 10 Juli 2021. 15 buah alat test PCR yang nantinya akan didatangkan dari kementerian kesehatan di jakarta dapat mempermudah petugas dan tenaga kesehatan yang ada pada beberapa rumah sakit rujukan covid 19 untuk dapat bekerja mendeteksi gejala covid 19. (RS)















