GPM Masih Terfokus Pada Kelembagaan Ketimbang Pemberdayaan Umat

oleh -5811 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Ambon – Untuk alokasi anggaran gereja lebih banyak kepada lembaga, mestinya gereja lebih memberikan prioritas kepada pemberdayaan umat, ini satu catatan evaluasi sekaligus koreksi untuk gereja kedepannya, baik pada tingkat Jemaat, Klasis dan Sinode untuk lebih memberikan perhatian khusus kepada pemberdayaan umat.

Hal ini disampaikan Wakil Sekertaris Umum BPH Sinode GPM, Pendeta Dr. Rudy Rahabeat, M.Hum kepada media ini usai memberikan materi kajian tema dan sub Tema di Jemaat GPM Rumahtiga jelang sidang Jemaat ke-XLV. Kegiatan  ini berlangsung di gereja Cahaya Kemuliaan, pada Sabtu (8/02/2025).

Pdt Rudy menjelaskan, evaluasi renstra lima tahun lebih menitikberatkan kepada kelembagaan, ini tentangan kedepannya.

“Secara umum terkait evaluasi renstra lima tahun, ada kuantitatif terlihat secara fisik, intrakurikuler gereja dan jumlah jemaat cukup baik, tapi secara kualitatif gereja juga bergumul dengan pembentukan karakter umat untuk semakin matang secara spiritual, termasuk perilaku etis dan moral,” jelas Pdt Rudy

Menurutnya, masih banyak karakter umat yang masih menjadi bergumul bersama, termasuk KDRT, penceraian, pengangguran, kemiskinan, judi, narkoba, HIV/AIDS, hal ini tidak boleh terabaikan, dan jangan membuat gereja pesimis, Gereja punya pengharapan yang sungguh kepada Yesus Kristus, Kristus punya cara untuk memulihkan gerejanya dalam menghadapi berbagai tantangan yang dialami umat.

Yang terpenting, kata Pdt Rudy ada dukungan jemaat, tidak mungkin persoalan keumatan dapat di selesaikan oleh pendeta saja, tetapi umat harus berpartisipasi memberikan dukungan, topangan agar semua persoalan keumatan dapat diselesaikan secara bersama-sama.

Sementara itu ketua Majelis Jemaat GPM Rumahtiga, Pdt V.H Maitimu, S.Th mengatakan, untuk tahun pelayanan 2025 kami berfokus kepada upaya pemberdayaan umat, dengan menindaklanjuti berapa kegiatan yang dilakukan tahun kemarin seperti kegiatan Expo yang dilakukan oleh komisi kemitraan.

“Kegiatan Expo akan ditindaklanjuti dalam upaya meningkatkan ekonomi umat secara mandiri, yang tentunya akan memperkuat ketahanan ekonomi umat pada basis keluarga,” jelas Pdt Maitimu.

Menurutnya, mengingat letak jemaat Rumahtiga sebagai jemaat lingkar kampus, kita harus tetap menjaga dan menetralisir setiap persoalan, teristimewa dari anak-anak kost yang tinggal di lingkungan jemaat, oleh karenanya kapasitas dari perangkat pelayan harus terus ditingkatkan dalam rangka memberikan pendampingan bagi anak-anak kost tersebut.

“Dalam rangka meningkatkan pelayanan umat, di lingkungan jemaat Rumahtiga ada rumah sakit Leimena. Ada satu program yang tahun kemarin tidak terealisasi yaitu menjadi gedung gereja sebagai sebagai tempat pergumulan bagi orang-orang yang datang dari luar saat membawa keluarga yang sakit, tahun ini kami akan mengangkatnya kembali dan semoga bisa terealisasi,” ungkap Pdt Maitimu.

Kami berharap persidangan ke-XLV jemaat Rumahtiga yang akan berlangsung minggu depan dapat berjalan dengan baik, dan semua rancangan program dan kegiatan telah di godok dalam kegiatan pra sidang hari ini dapat menjawab persoalan umat di tahun pelayanan 2025 ini. (JR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.