OJK Maluku Gelar Bastori dengan Media, Kinerja Perbankan Tumbuh Positif dan Literasi Keuangan Diperkuat

oleh -600 Dilihat

Ambon. MasarikuOnline. Com– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku mencatat kinerja sektor jasa keuangan di Maluku terus menunjukkan tren positif di awal 2026. Hingga Januari 2026, total aset perbankan di daerah ini mencapai Rp33,98 triliun atau tumbuh 7,11 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Capaian tersebut disampaikan dalam kegiatan OJK Maluku Bastori yang digelar bersama insan media di Ambon, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan Bastori atau “berbagi cerita” ini menjadi forum komunikasi antara OJK Maluku dan jurnalis untuk menyampaikan perkembangan terkini sektor jasa keuangan, sekaligus memperkuat literasi keuangan kepada masyarakat. Acara juga dirangkaikan dengan edukasi keuangan syariah dari sejumlah Lembaga Jasa Keuangan (LJK) Syariah di Maluku serta buka puasa bersama para jurnalis.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi M. Yusuf, mengatakan media memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan di daerah.

“Melalui Bastori, kami ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang kredibel, kontekstual, dan mudah dipahami terkait perkembangan sektor jasa keuangan,” kata Andi.

Kinerja Perbankan Tumbuh Stabil

OJK mencatat penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Maluku mencapai Rp16,98 triliun, sementara penyaluran kredit sebesar Rp19,48 triliun. Komposisi DPK didominasi oleh CASA atau tabungan dan giro dengan porsi 70,14 persen.

Sementara itu, kredit konsumtif masih mendominasi penyaluran kredit dengan pangsa sebesar 63,19 persen dari total kredit perbankan di Maluku.

Dari sisi pembiayaan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Desember 2025 tercatat mencapai Rp1,03 triliun yang disalurkan kepada 21.840 pelaku usaha. Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,82 persen.

Pada sektor perbankan syariah, pembiayaan tercatat tumbuh cukup tinggi yakni 20,54 persen yoy dengan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) sebesar 0,86 persen. Meski demikian, pangsa aset perbankan syariah di Maluku masih relatif kecil yaitu 3,03 persen dari total aset perbankan.
Layanan Keuangan Digital dan Pasar Modal Meningkat

Di sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), total piutang pembiayaan tercatat sebesar Rp1,35 triliun dengan rasio pembiayaan bermasalah 2,43 persen. Sementara itu, premi asuransi jiwa mengalami penurunan sebesar 7,75 persen dan premi asuransi umum turun 13,21 persen yoy.

Untuk pembiayaan ultra mikro, program Mekaar telah menyalurkan pembiayaan Rp283,10 miliar kepada 53.038 nasabah perempuan. Program ULaMM mencatat penyaluran Rp14,46 miliar atau tumbuh 34,76 persen.

Di sektor layanan keuangan digital, outstanding peer-to-peer lending mencapai Rp220,92 miliar dengan jumlah peminjam 33.426 orang. Sementara itu, jumlah investor pasar modal di Maluku terus meningkat menjadi 64.461 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 21,60 persen yoy dengan nilai transaksi saham mencapai Rp680,07 miliar.

Literasi Keuangan Terus Diperkuat

OJK Maluku juga terus meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Hingga Desember 2025, OJK Maluku telah menyelenggarakan 382 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 90.292 peserta, termasuk masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Beberapa kegiatan literasi yang dilakukan antara lain program Desaku Cakap Keuangan, Kick Off Bulan Literasi Keuangan, hingga Bulan Inklusi Keuangan di Kabupaten Maluku Tengah.

OJK juga mengembangkan program OJK PEDULI (Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia) yang melibatkan pemuda, guru, tokoh agama, dan jurnalis.

“Kami akan membentuk Duta Literasi Keuangan di Maluku, salah satunya berasal dari media lokal,” ujar Andi.

Dorong Literasi Keuangan Syariah

Memasuki bulan Ramadan, OJK Maluku juga menggelar rangkaian kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 sebagai bagian dari kampanye nasional peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah (KOLAK), program Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), hingga edukasi keuangan syariah kepada pelajar dan santri.

Waspada Investasi Ilegal
Dalam kesempatan tersebut, OJK juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada terhadap investasi ilegal dan berbagai modus penipuan transaksi keuangan digital.

Masyarakat diimbau menggunakan prinsip LEGAL dan LOGIS sebelum berinvestasi. OJK bersama Satgas PASTI juga telah membentuk Indonesia Anti-Scam Center (IASC) untuk menangani laporan penipuan transaksi keuangan.

Masyarakat yang menjadi korban dapat melapor melalui laman iasc.ojk.go.id atau melalui Kontak OJK 157.

Melalui kegiatan Bastori, OJK Maluku berharap kolaborasi dengan media dapat terus diperkuat untuk mendorong literasi dan inklusi keuangan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di Maluku. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.