MasarikuOnline.Com, Bula — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menutup rangkaian kegiatan literasi keuangan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dengan menggelar program OJK Goes to School di MAN 2 SBT, Kamis (17/7). Kegiatan ini menyasar pelajar tingkat menengah dan mengangkat tema literasi keuangan syariah, sebagai upaya menanamkan pemahaman finansial sejak usia muda.
Melalui pendekatan yang interaktif dan edukatif, para siswa diajak mengenal prinsip-prinsip dasar keuangan syariah, jenis produk dan layanan keuangan formal, serta cara membedakan antara lembaga keuangan resmi dan praktik keuangan ilegal. Tak hanya teori, siswa juga diajak untuk memahami pentingnya perencanaan keuangan pribadi dan manajemen risiko sebagai bekal menuju kemandirian finansial.
“Edukasi keuangan sejak dini penting agar generasi muda tidak mudah tergiur penawaran investasi ilegal maupun jeratan pinjaman online tidak berizin. Kami ingin pelajar tumbuh sebagai generasi yang cerdas secara finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujar salah satu narasumber dari OJK Maluku.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Lewat Inklusi Keuangan
Kegiatan literasi keuangan yang berlangsung sejak 15 Juli 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara OJK Maluku, Pemerintah Kabupaten SBT, dan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) SBT. Seluruh kegiatan menyasar berbagai lapisan masyarakat—mulai dari ASN, pelajar, masyarakat pesisir, hingga pelaku UMKM—dengan tujuan membangun ekosistem keuangan yang inklusif, aman, dan merata.
Program ini menjadi bagian dari strategi mendukung capaian Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD), sebagai alat ukur penguatan inklusi keuangan yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan RPJMD Kabupaten SBT.
“Potensi ekonomi SBT di sektor perikanan, pariwisata, dan UMKM harus diimbangi dengan ekosistem keuangan yang sehat dan terlindungi. Kami terus mendorong literasi agar masyarakat lebih percaya dan terbiasa menggunakan layanan keuangan formal,” ujar narasumber OJK Maluku
Dengan semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan, diharapkan pertumbuhan ekonomi lokal dapat berjalan secara inklusif dan berkelanjutan, serta terlindungi dari risiko keuangan yang merugikan. (**)















