Hendrik Lewerissa, Jadi Pemimpin Harus Bicara Jujur Kepada Masyarakatnya

oleh -432 Dilihat
Hendrik Lewerissa, SH., L.LM

Namrole, MskOnline. Com. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Maluku Hendrik Lewerissa Anggota DPR RI mengatakan bahwa Buru Selatan belum berkembang secara signifikan,”Jumat (27/11/2020).

“Kekayaan ini menjadi potensi kita, ini modal kita, dia harus mampu menyampaikan, dia harus mampu membangun sebuah harapan bersama, dia juga harus mampu mengambarkan tujuan dan cita-cita yang harus dicapai secara bersama untuk kesejateraan Rakyat,”Tutur Hendrik.

Anggota Dewan Perwakilan Republik Indonesia (DPR-RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku hendrik Lewerissa, mengatakan bahwa dirinya sudah mengunjungi ratusan kabupaten yang ada di Indonesia termasuk sampai Kabupaten Buru Selatan (Bursel), namun saat ini bursel belum menunjukan perubahan yang sesuai dengan harapan masyarakat Buru Selatan.

“Lanjut Hendrik, saya berkali-kali mengunjungi Bursel (Namrole), tapi saya belum menemukan atau menemui suatu perubahan yang berarti dibandingkan dengan kabupaten yang lain, kabupaten yang sudah mekar 10-15 tahun,”Ungkapnya.

“Hendrik menambahkan, jadi seorang pemimpin itu harus bicara yang jujur kepada masyarakatnya, karena dia harus sadar betul untuk membangun bursel tidak mungkin kerja sendiri,”Terangnya.

Hendrik Lewerissa, Bursel adalah salah satu kabupaten yang kaya raya dan potensinya luar biasah, tapi yang sangat menyesal adalah tingkat kesejateraan rakyat di Bursel termasuk yang terendah di Indonesia.

“Marilah kita menaruh harapan untuk dua pemimpin yang sangat luar biasah ini, ini komitmen yang mempunyai potensial, Bapak. H. Hadji Ali adalah sosok pemimpin yang rendah hati dan zainudin Booy tokoh yang punya kapasitas luar biasah untuk jam terbang jangan tanya lagi,”Tandas Hendrik.

Hendrik Lewerissa mengatakan bahwa, musuh rakyat Bursel saat ini adalah kemiskinan yang masih buruk, mutu pendidikan yang masih rendah kwalitasnya, pengelolaan birokrasi yang pandang bulu dan pemebrian sanksi yang tidak beralasan. (KD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.