BKKBN Provinsi Maluku Melakukan Rapat Koordinasi Dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bursel

oleh -2104 Dilihat

Masarikuonline.com, Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Maluku Dra Renta Rego Melakukan Rapat Koordinasi Stunting Di Kabupaten Buru Selatan. Kegiatan berlangsung pada Penginapan Denis Desa Kamanglale Kecamatan Namrole Kabupaten Buru Selatan Senin 14/08/2023.

Turut hadir, Bupati Bursel Hj Safitri Malik Soulisa, S.IP.,M.Si, Kepala Dinas Kesehatan Ibu Jeny, Asisten I Ruslan Makatita dan OPD-OPD Pemkab Buru Selatan.

Mengawali sambutannya, Kepala Perwakilan Provinsi Maluku Dra Renta Rego Memberikan ucapan banyak terimah kasih yang sebesar besarnya atas kesediaan pemerintah daerah dalam hal ini ibu Bupati Safitri Malik Soulisa yang mana telah meluangkan waktu sehingga dapat mengikuti acara rapat koordinasi tentang Stunting di Kabupaten Buru Selatan ini.
Hal ini membuktikan bahwa Kabupaten Buru Selatan memiliki antusias dalam Percepatan Penurunan Stunting.

Lanjutnya, kita semua tentunya sudah sanggat mengetahui bahwa stunting merupakan permasalahan besar saat ini, Stunting juga merupakan permasalahan Serius dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia di Indonesia saat ini dan kedepannya. Stunting dapat mengakibatkan permasalahan yang sangat besar jika kita abaikan dan berdampak jangka panjang.

Oleh sebab itu, dalam penanganan stunting harus dilihat dari banyak aspek, seperti aspek kesehatan, aspek keluarga maupun aspek perilaku. Artinya pengentasan Stunting harus dilakukan secara terpadu serta butuh komitmen kuat dari semua stakeholder.

“Instansi leader tapi butuh keterlibatan semua pihak yang ada di negeri ini, Karena tanpa komitmen dan kemauan yang kuat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman stunting maka gerakan hari ini akan sia-sia dan dapat dipastikan kegiatan kita hanya semboyan tapi miskin gerakan,”ungkapnya.

Tantangan ini tentunya harus kita tangani secara baik, terukur, terarah dan akuntabel, melalui kerja nyata, kerja tuntas, kerja cerdas dan kerja berkualitas, dengan membangun sinergi, kolaborasi dan akselerasi semua pihak.
Berdasarkan Capaian Indikator Lampiran A Perpres 72/2021 Intervensi Sensitif dan Spesifik untuk Buru Selatan Persentase ibu hamil yang mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) minimal 90 tablet selama masa kehamilan dari target 80”9 untuk 2024 telah terealisasi 32”, Persentase bayi usia kurang dari 6 bulan mendapat Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dari target 805 2024 terealisasi 79, Persentase anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang memperoleh imunisasi dasar lengkap dari target 90Yc di 2024 terealisasi 42”o. Hal ini merupakan tanggung jawab kita bersama mengingat Target Nasional sampai tahun 2024 Menurunkan Prevalensi Stunting sebesar 1446, hal tersebut harusnya menjadi PR Besar yang harus kita dukung, mengingat angka Prevalensi Stunting Kabupaten Buru Selatan mengalami kenaikan dari 39,1 di Tahun 2021 menjadi 41,6 di tahun 2022 berdasarkan Data SSGI.

Kita jangan lengah intervensi program dan kegiatan penuruan angka stunting harus tetap dijalankan secara berkelanjutan sampai ke kelompok terkecil di masyarakat yaitu keluarga. Sinergi dan kolaborasi perangkat daerah juga penting karena stunting merupakan masalah bersama.

Waktu kita sangatlah singkat, tahun 2023 akan berakhir beberapa bulan saja mari kita berpadu untuk menurunkan angka stunting di Maluku khususnya Buru Selatan. Untuk itu kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting kami mohon bergerak cepat dalam mendukung Percepatan Penurunan Stunting,”tutupnya. (LS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.