MasarikuOnline.com, Tanimbar – Duta Parenting Maluku, Widya Pratiwi Murad Ismail melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Angka Stunting di kabupaten Kepulauan Tanimbar, pada Kamis (24/11/2022)
Hadir dalam kegiatan tersebut, PJ Bupati, Kepulauan Tanimbar, Daniel Indey, Forkopimda Kebupaten Kepulauan Tanimbar, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Sarles Brabar SE.M.Si, PJ Ketua TP PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar, para Camat dan Lurah se Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ketua-ketua TP PKK pada tingkat Kecamatan se Kabupaten Kepulauan Tanimbar para kader posyandu, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Widya Pratiwi mengatakan, selaku Duta Parenting Stunting Maluku, Ibunya anak-anak Maluku, dari tahun 2019 sampai 2022 secara konsisten saya terus turun ke 11 Kebupaten/kota yang ada di Propinsi Maluku, banyak sekali lokus -lokus stunting yang ada di Propinsi Maluku ini.
“Ini adalah tanggung jawab saya sebagai Ibunya anak-anak Maluku untuk bisa secara langsung melihat bagaimana sesungguhnya anak-anak saya yang ada di lokus -lokus stunting,” jelasnya.
Oleh karenanya, menurut Widya Pratiwi, kami hadir bersama Tim untuk mencari solusi tentang persoalan-persoalan stunting yang ada di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini.
Widya Pratiwi menambahkan, tahun lalu kami telah melakukan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting, banyak yang telah dibicarakan, termasuk pembinaan-pembinaan oleh Pemerintah Daerah lewat Bapeda, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, dan OPD-OPD lainnya di tingkat Propinsi.
“Kunjungan ini dalam rangka monitoring dan Evaluasi Percepatan Penurunan Angkat Stunting di kabupaten Kepulauan Tanimbar, lebih menitikberatkan pada meningkatkan dan meneguhkan kembali komitmen pimpinan Daerah dalam upaya peningkatan penurunan stunting,” tegasnya
Di tempat yang sama, PJ Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Daniel Indey dalam sambutannya mengatakan, persoalan stunting juga masih menjadi masalah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini, berdasarkan data survei Pemantauan Status Gizi (PSG) dilansir, balita stunting di Kabupaten Kepulauan Tanimbar tahun 2022 masih sekitar 15,2 % dari jumlah balita tercatat sebesar 30 %.
“Pada tahun 2022, Jumlah balita tercatat 8,9 % dimana angka-angka tersebut tercatat masih tinggi balita stunting di Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini,” ungkapnya
Menurutnya, stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah 5 tahun akibat kekurangan gizi kronis atau inveksi berulang, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Oleh karenanya penurunan stunting harus dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan tumbuh kembang anak.
Indey menambahkan, implementasi program pelaksanaan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Tanimbar telah di tetapkan 13 lokus stunting, dengan prefalensi balita stunting sebesar 5,63 % dengan jumlah balita stunting sebanyak 645 balita dari total balita 11.448 balita di tahun 2022 dan angka ini telah mengalami penurunan.
“Dalam penyusunan APBD tahun 2023 kami akan melakukan program penanganan stunting dan kemiskinan ekstrim dan juga inflasi secara terintegrasi dengan melibatkan OPD-OPD terkait dan akan menjadi bapak asuh pada 16 Desa stunting yang menjadi lokus di tahun 2023,” pungkasnya. (JR)
















