Wakil Gubernur Maluku : Pukul Manyapu, Warisan Budaya Maluku yang Sarat Makna Persaudaraan

oleh -1404 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Mamala – Tradisi adat Pukul Manyapu kembali digelar meriah di Negeri Mamala, Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah, Senin (7/4/2025). Acara yang dilangsungkan setiap tanggal tujuh Syawal ini mendapat apresiasi langsung dari Wakil Gubernur Maluku, H. Abdullah Vanath.

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan bahwa Pukul Manyapu bukan sekadar rutinitas budaya, melainkan momentum yang memiliki nilai luhur.

“Bagi saya, momen kultural seperti ini bukanlah sebuah rutinitas biasa, tetapi sesungguhnya memiliki makna yang sangat mendalam, yakni mempererat ikatan persaudaraan di antara sesama orang basudara,” ujar Vanath.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan simbol keberanian dan keteguhan hati yang diwariskan para leluhur. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, telah membentuk karakter generasi muda Maluku dalam menjaga warisan budaya.

“Kita belajar dari sini, bahwa ketika menghadapi persoalan seberat apapun, jangan mudah menyerah. Tetaplah bertahan, tegarkan hati, dan terus bersemangat dalam mendapatkan hasil terbaik,” tegasnya.

Tradisi ini juga mencerminkan filosofi hidup orang Maluku. Usai saling memukul dalam prosesi adat, para peserta akan saling mengobati luka satu sama lain. Bagi Vanath, hal ini adalah bentuk keteladanan hidup yang patut diwariskan.

“Bahwa walau kita berbeda, bahkan terjadi gesekan atau konflik, hal itu lumrah. Yang terpenting adalah kita tetap saling peduli dan menyembuhkan,” tambahnya.

Wagub berharap ke depan, Pukul Manyapu dapat menjadi agenda pariwisata nasional yang dipromosikan secara lebih luas.

“Ini adalah aset pariwisata unik dan istimewa yang tidak ada di tempat lain. Harus dikemas lebih kreatif agar dikenal luas dan diminati wisatawan lokal maupun mancanegara,” harapnya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Maluku, pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, hingga raja-raja se-Kecamatan Leihitu. Usai dari Mamala, rombongan Wagub melanjutkan perjalanan ke Negeri Morella untuk menghadiri prosesi serupa.

Dengan semangat “Ale Rasa Beta Rasa, Potong di Kuku Rasa di Daging”, Pukul Manyapu terus hidup sebagai simbol persatuan dan kebersamaan orang Maluku. (JR)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.