Tegas Dandim 1504/Ambon: Tradisi Adalah Identitas, Budaya Adalah Benteng Bangsa

oleh -1428 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Leihitu – Tradisi sakral Pukul Sapu Lidi kembali menggema dari Negeri Morella, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Senin (7/4/2025). Ribuan warga hingga wisatawan mancanegara memadati Stadion Tulukabessy untuk menyaksikan langsung warisan budaya yang sarat nilai sejarah ini.

Dandim 1504/Ambon, Kolonel Inf Leo Octavianus MS, S.Sos., M.I.Pol, hadir langsung menyaksikan prosesi budaya tersebut. Didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Dim 1504, Ny. Yati Leo, ia menegaskan bahwa kehadiran TNI bukan hanya soal keamanan, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya.

“Tradisi dan budaya adalah bagian dari identitas dan sejarah bangsa. Personel kami hadir bukan sekadar menjaga keamanan, tetapi juga menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan tidak ternoda,” tegasnya.

Ratusan personel TNI dan Polri diturunkan dalam pengamanan, tersebar di titik-titik strategis. Sinergi Kodim 1504/Ambon dan Polresta P. Ambon & Pp. Lease memastikan acara berjalan aman, tertib, dan lancar.

Rangkaian acara dimulai dengan prosesi adat dan tarian tradisional seperti cakalele dan bambu gila yang mengandung nilai spiritual tinggi. Puncak perayaan ditandai atraksi Pukul Sapu Lidi, di mana para pemuda saling mencambuk dengan lidi enau, simbol keberanian dan perlawanan leluhur saat Perang Kapahaha (1637–1646) melawan kolonial Belanda.

Kolonel Leo mengapresiasi kekompakan masyarakat adat, tokoh agama, dan pemuda yang terus menjaga nilai-nilai tradisi di tengah derasnya arus modernisasi.

“Kami di TNI sangat menghargai dan mendukung pelestarian budaya lokal. Budaya adalah benteng terakhir bangsa. Lewat pengamanan ini, kami ingin masyarakat merasa aman dalam mengekspresikan jati dirinya,” ujar Dandim.

Dengan antusiasme masyarakat dan dukungan aparat keamanan, Pukul Sapu Lidi 2025 berlangsung damai, membuktikan bahwa pelestarian budaya dan stabilitas keamanan dapat berjalan seiring. Warisan leluhur ini bukan hanya tontonan, melainkan napas perjuangan yang wajib dijaga bersama.(**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.