MasarikuOnline.Com, Ambon – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Maluku menggelar Workshop Pemutakhiran Pendataan Keluarga Tahun 2024 (PK-24) sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan stunting yang mendesak di Provinsi Maluku.
Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, dr. Mauliwati Bulo, M. Si, turut dihadiri oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, para Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), serta Tim Pendataan Keluarga (TPK) se-Maluku, yang berlangsung di Hotel Santika Kota Ambon, pada Selasa, (17/12/2024).
Acara ini bertujuan untuk memperkuat kualitas data keluarga, yang menjadi landasan penting dalam merumuskan kebijakan dan strategi penanganan stunting di wilayah Maluku. Pemutakhiran pendataan keluarga berperan penting dalam mengidentifikasi kondisi terkini keluarga, khususnya dalam aspek kesehatan, gizi, dan kesejahteraan.
Dalam sambutannya, dr. Mauliwati Bulo menyampaikan apresiasi atas semangat dan komitmen para peserta dalam menjalankan Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2024.
Menurutnya, Provinsi Maluku berhasil mencapai pendataan sebesar 95,78%, atau sekitar 233.557 keluarga, berkat dedikasi dari PKB/PLKB, P3K, dan Kader Pendata yang telah melaksanakan tugas sesuai jadwal yang ditetapkan
Kepala BKKBN Provinsi Maluku menekankan pentingnya kerja sama dan komitmen semua pihak dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui GENTING, dengan memastikan data keluarga yang akurat untuk setiap daerah.
Dalam workshop ini, peserta diberikan pemahaman mendalam mengenai teknik pendataan yang akurat dan sistematis, serta pemanfaatan teknologi untuk memastikan hasil pendataan yang valid dan tepat waktu.
Dengan pemutakhiran data yang berkualitas, diharapkan program percepatan penanganan stunting dapat lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Maluku. (**)

















