MasarikuOnline.Com, Majalengka – Ambon, 21 April 2025 – Dalam upaya memperkuat peran keluarga dalam pembangunan bangsa, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr. Wihaji, S.Ag. M.Pd, secara resmi meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Acara ini digelar secara virtual dan diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan dari Provinsi Maluku hingga Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Bapak Menteri menyoroti pentingnya kehadiran sosok ayah, baik secara fisik maupun emosional, dalam kehidupan anak-anak. Berdasarkan data yang dipaparkan, sebanyak 20,9 persen anak di Indonesia mengalami kehilangan figur ayah.
“Seorang anak memerlukan sosok ayah bagi perkembangan karakteristiknya,” ujar Bapak Menteri. “Gerakan Ayah Teladan Indonesia ini hadir untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak.”
Menteri juga memberikan arahan praktis bagi para ayah, terutama dalam menghadapi anak usia remaja (12–18 tahun). Beliau menekankan pentingnya membangun komunikasi yang sehat dan dekat dengan anak.
“Anak-anak remaja sering tidak suka ditanya soal sekolah. Jadikan mereka sebagai teman. Luangkan waktu setidaknya 30 menit setiap hari untuk mengobrol. Dengarkan cerita dan minat mereka,” pesannya.
Peluncuran gerakan ini mendapatkan sambutan antusias dari berbagai pihak di Provinsi Maluku. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku dan Kepala Dinas DPPKB Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk mensosialisasikan gerakan ini secara luas.
“Kami siap mendukung dan menjadi bagian dalam menciptakan ayah-ayah teladan di Maluku,” ujar Kepala Dinas DPPKB Kota Ambon.
Forum GenRe Indonesia Maluku dan Komunitas Pelpri Jemaat Pison juga menyatakan dukungan mereka dan bertekad menjadi agen perubahan dalam lingkungan masing-masing.
Gerakan Ayah Teladan Indonesia diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak di seluruh Indonesia. Dengan melibatkan ayah sebagai sosok yang aktif dan positif dalam keluarga, masa depan generasi muda bangsa dapat tumbuh lebih kuat dan seimbang. (**)

















