Ambon Tampil Percaya Diri di Karnaval Budaya Munas APEKSI 2025, Usung Identitas Sebagai Kota Musik dan Budaya

oleh -1317 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Surabaya, 9 Mei 2025 — Dalam semarak Karnaval Budaya yang menjadi bagian dari Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Munas APEKSI) VII di Surabaya, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena bersama Ketua TP-PKK Lisa Wattimena mencuri perhatian dengan balutan busana adat khas Maluku.

Karnaval yang berlangsung meriah pada Jumat malam itu menjadi panggung ekspresi budaya dari berbagai kota di Indonesia. Wali Kota Wattimena menyampaikan bahwa keikutsertaan Ambon dalam perhelatan nasional ini adalah bentuk komitmen memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada publik nasional maupun internasional.

“Ambon punya tari Cakalele, Totobuang, tapi juga City of Music. Kita punya kekayaan lokal dan kearifan budaya yang harus dikomunikasikan ke publik nasional dan dunia,” ujar Wattimena usai karnaval.

Ia menegaskan bahwa budaya bukan sekadar peninggalan sejarah, tetapi bagian penting dari strategi pembangunan kota. Menurutnya, Ambon adalah kota yang tidak hanya kaya akan sejarah, tetapi juga terus tumbuh di tengah arus modernisasi.

“Kita berpartisipasi dalam event-event nasional agar nama besar Ambon tidak hilang, tapi justru makin dikenal sebagai kota yang berkembang,” tambahnya.

Namun, Wattimena tak menampik adanya tantangan yang masih harus dihadapi Kota Ambon, seperti persoalan pengelolaan sampah, pengangguran, dan kemiskinan. Meski demikian, ia optimistis bahwa solusi bisa ditemukan dengan belajar dari kota-kota lain.

“Surabaya, Jakarta, Medan—kita tidak harus jadi seperti mereka, tapi kita bisa meniru keberhasilan mereka. Soal kebersihan, tata kota, pengentasan kemiskinan, itu bisa kita replikasi,” jelasnya.

Di forum Munas APEKSI kali ini, Ambon juga turut menyuarakan isu-isu strategis, seperti ketimpangan penataan tenaga P3K serta pentingnya penguatan kemandirian fiskal daerah.

“Banyak hal kita perjuangkan. Isu-isu ini kita rumuskan lewat komisariat wilayah dan sampaikan ke pengurus nasional APEKSI untuk dibawa ke pemerintah pusat,” ungkapnya.

Mengakhiri pernyataannya, Wattimena menekankan bahwa pembangunan kota tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik.

“Wajah kota bukan dibentuk oleh beton semata, tapi oleh budaya, partisipasi warga, dan kemauan untuk belajar dari keberhasilan orang lain,” tutupnya.

Keterlibatan Ambon dalam Munas APEKSI kali ini menegaskan tekad kota berjuluk “City of Music” itu untuk terus relevan, adaptif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan akar budayanya. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.