MASARIKUONLINE.COM, Polda Maluku mengajak seluruh orang tua di Provinsi Maluku untuk meningkatkan perhatian, komunikasi dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya agar tidak berada atau terlibat dalam situasi dan kegiatan yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan dan bagian dari upaya bersama menjaga keamanan, ketertiban, serta keselamatan generasi muda di tengah dinamika kehidupan masyarakat.
Di Maluku yang dikenal dengan nilai kearifan lokal *hidup orang basudara*, menjaga anak-anak bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama dari masyarakat, lingkungan, tokoh agama, tokoh adat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa.
Kabid Humas Polda Maluku, *Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K.,* mengatakan, anak-anak dan generasi muda merupakan aset masa depan yang harus dijaga dari berbagai situasi yang berpotensi mengancam keselamatan maupun mengganggu perkembangan mereka.
Orang tua, menurutnya, memiliki peran utama dalam memberikan pemahaman, edukasi, arahan dan pengawasan kepada anak, termasuk mengetahui aktivitas serta lingkungan pergaulan mereka.
*“Kami mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak. Apabila terdapat kegiatan penyampaian aspirasi atau situasi tertentu yang berpotensi menimbulkan kerawanan, kami berharap anak-anak tidak berada di lokasi tersebut tanpa pendampingan dan pemahaman yang memadai. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,”* ujar Kombes Pol. Rositah Umasugi.
Menurut Rositah, Polda Maluku dan seluruh jajaran menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat dan aspirasi secara bebas dan bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Namun demikian, kebebasan menyampaikan pendapat harus tetap dilaksanakan secara tertib, damai, serta memperhatikan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Dalam konteks tersebut, anak-anak memerlukan perhatian dan pendampingan khusus agar tidak berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan mereka.
*“Penyampaian aspirasi adalah hak masyarakat yang dilindungi dan dihormati. Namun kita semua juga memiliki tanggung jawab untuk melindungi anak-anak. Mereka masih membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang tua serta orang-orang dewasa di sekitarnya agar tidak mudah ikut-ikutan tanpa memahami situasi dan risiko yang mungkin terjadi,”* jelasnya.
Kabid Humas menegaskan, masa depan Maluku berada di tangan generasi muda. Karena itu, anak-anak harus diarahkan pada kegiatan-kegiatan yang positif, membangun karakter, memperkuat pendidikan, serta menumbuhkan semangat persaudaraan dan kedamaian.
*“Anak-anak kita memiliki masa depan yang panjang. Mereka adalah generasi penerus Maluku dan Indonesia. Jangan sampai karena kurangnya pengawasan, mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan dan masa depan mereka. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan dan pengawasan sangat penting,”* katanya.
Rositah juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang terbuka dan baik dengan anak-anak. Menurutnya, pendekatan dialogis menjadi penting agar orang tua dapat memahami aktivitas, pergaulan, serta informasi yang diterima anak-anak, terutama melalui lingkungan sosial maupun media digital.
Orang tua diharapkan tidak hanya memberikan larangan, tetapi juga membekali anak dengan pemahaman tentang pentingnya menjaga keselamatan, menaati aturan, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengikuti suatu kegiatan.
*“Mari kita bangun komunikasi yang baik dengan anak-anak kita. Tanyakan mereka sedang melakukan apa, bersama siapa dan ke mana mereka pergi. Berikan pemahaman dengan cara yang baik bahwa menyampaikan pendapat harus dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai ketentuan, tetapi keselamatan dan masa depan mereka harus tetap menjadi prioritas utama,”* tuturnya.
Semangat tersebut, lanjut Rositah, sejalan dengan nilai-nilai masyarakat Maluku yang menjunjung tinggi persaudaraan, kepedulian dan kebersamaan. Filosofi *orang basudara* mengajarkan bahwa persoalan keselamatan generasi muda bukan semata-mata urusan satu keluarga, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh lingkungan.
Karena itu, Polda Maluku juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, para guru dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian kepada anak-anak dan generasi muda.
*“Di Maluku kita mengenal semangat hidup orang basudara. Artinya, kita semua memiliki kepedulian untuk saling menjaga. Kalau ada anak-anak di lingkungan kita yang membutuhkan perhatian dan bimbingan, mari kita rangkul dan arahkan dengan baik. Jangan biarkan mereka menghadapi situasi yang berisiko tanpa pendampingan,”* ungkapnya.
Polda Maluku bersama Polres jajaran, kata Rositah, terus berkomitmen melakukan langkah-langkah preemtif dan preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif. Pendekatan humanis serta komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat akan terus dikedepankan dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Maluku.
Kepolisian juga berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga setiap kegiatan penyampaian aspirasi agar berlangsung aman, tertib dan damai, tanpa adanya tindakan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun mengganggu kepentingan umum.
*“Menjaga keselamatan anak membutuhkan kerja sama semua pihak, baik kepolisian, keluarga, masyarakat, pemerintah, tokoh agama maupun tokoh adat. Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing, kita edukasi dan kita arahkan kepada kegiatan-kegiatan yang positif demi masa depan mereka, masa depan Maluku dan masa depan Indonesia,”* tegasnya.
Di tengah keberagaman pulau, budaya dan masyarakat Maluku, semangat saling menjaga menjadi kekuatan penting untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.
*“Jangan sampai karena keinginan untuk ikut-ikutan, anak-anak kita justru berada dalam situasi yang merugikan atau membahayakan keselamatan mereka. Mari jaga mereka dengan kasih, bimbing mereka dengan komunikasi dan arahkan mereka untuk menjadi generasi yang membawa kedamaian. Karena anak-anak Maluku hari ini adalah masa depan kita semua,”* pungkas Kombes Pol. Rositah Umasugi, S.I.K. (*















