Zainudin Booy, Mendapat Kritikan Pernyataannya Soal Kai-Wait dalam Debat Terbuka

oleh -2890 Dilihat

Bursel, MskOnline.Com. Calon Wakil Bupati (Cawabup) Ir. Zainudin Booy, MM atau yang akrab disapa dengan sebutan ZB ini mendapat kecaman dari beberapa Tokoh-tokoh Adat Buru Selatan (Bursel), soal pengertiannya tentang (Kai-Wait) saat menghadiri Debat Kandidat yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buru Selatan di Gedung Serba Guna Namrole dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Pernyataan ZB saat Debat kandidat Bupati dan Wakil Buru Selatan berlangsung pada selasa malam 24/11/2020 di Gedung Serba Guna Namrole menuai protes di media sosial (Medsos), bahkan beberapa tokoh-tokoh Adat merasa terganggu dengan penjelasan ZB, soal pengertian Kai-Wait, Rabu (25/11/2020).

Sehingga dikhawatirkan, pernyataan ini dapat merubah midset orang Buru Selatan tentang Kai-Wait, salah satu anak Adat/Tokoh Adat Pieter Latbual mengecama penjelasan dari seorang ZB jelas sangat merugikan maayarkaat buru selatan (Bursel) khususnya orang Adat di bursel.

“Penjelasan yang disampaikan oleh ZB, Calon Wakil Bupati Ir. Zainudin Booy, MM (ZB) yang berpasangan dengan Drs. H. Hadji Ali (Ajaib/Anak Kampung) itu jelas-jelas merugikan kami, khususnya masyarakat adat yang ada di buru selatan,”Ucap Pieter.

Dalam pernyataan ZB tersebut, Pieter Latbual meminta kepada Cawabup ZB paslon Nomor Urut 01 agar dapat meminta maaf secara terbuka terkait dengan pernyataannya itu.

“Lanjut Pieter, saya meminta kepada saudara ZB agar meminta maaf secara terbuka terkait dengan penjelasannya tentang Kai-Wait kepada seluruh masyarakat Tokoh Adat yang ada di buru selatan ini,”Terang Pieter.

Kendatinya, ZB secara langsung tidak mengerti apa sebenarnya arti dari Kai-Wait itu sendiri, dengan demikian ZB mendapat kritikan, dan meminta kepada Cawabup ZB agar segerah meminta maaf secara terbuka kepada masayarakat adat di buru selatan.

Di kesempatan yang sama Juru Bicara (Jubir) Pasangan Calon (Paslon) dengan nonor urut 03 Hj. Safitri Malik Soulissa, S.IP dan Gerson Eliaser Selsily, SE atau dengan Jargon (Sms-Ges) memgecam pernyataan mantan Dirut PT. Bipolo Giding (ZB).

Dalam konteks Kai-Wait yang dipahami secara langsung sosiologis atau dapat diartikan dengan Ade dan Kaka, bukan pengertiannya spirtual sebagaimana yang disampaikan oleh ZB tersbut.

“Pertanyaan Ibu Safitri ini dalam rangka mempertegas malam filosofi dari Kai-Wait yang harus dikoreksikan dengan konfigurasi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, yang seharusnya diwakili oleh dua komonitas Agama yang ada di buru selatan,”Tandas Abubakar Soulissa.

Pernyataan ZB yang berkaitan dengan pertanyaan SMS paslon 03 soal Geostrategi di Geopolitik dalam konteks Kai-Wait) pada sesi tanya jawab berlangsung.

“Lanjut Abubakar, Penjelasan ZB yang telah keluar dari makna filosofi Kai-Wait, ini bisa menunjukan sebagai kegagalan dirinya dalam memahami keberagaman Masyarakat Bursel,”Ungkapnya. (KD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.