OJK Maluku Apresiasi Media Massa, Literasi Keuangan Jangkau Hampir 100 Ribu Warga di 11 Kabupaten/Kota

oleh -791 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menegaskan peran strategis media massa sebagai jembatan utama dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Sepanjang tahun 2025, OJK Maluku telah menjangkau hampir 100 ribu warga melalui ratusan kegiatan edukasi keuangan yang dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Maluku.

Hal itu disampaikan Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Jusuf, dalam kegiatan OJK Maluku Apresiasi Media Massa 2025 yang berlangsung di Ballroom lantai 5 Kantor OJK Maluku, Ambon, Kamis (18/12/2025).

“Media massa bukan sekadar mitra kerja, tetapi jembatan utama yang menghubungkan pemikiran dan kebijakan OJK dengan masyarakat. Tanpa peran media, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan tidak akan berjalan optimal,” ujar Andi.

Ia menyampaikan, tantangan sektor jasa keuangan ke depan semakin dinamis, mulai dari transformasi digital, perlindungan konsumen, hingga maraknya investasi ilegal. Karena itu, peran jurnalis menjadi sangat penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.

Menurutnya, karakteristik geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan dengan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menuntut strategi khusus dalam penyebaran edukasi keuangan. OJK Maluku tidak hanya mengandalkan pendekatan tatap muka, tetapi juga memanfaatkan kanal digital serta kolaborasi dengan media cetak, televisi, radio, dan media online.

“Maluku memiliki tantangan berbeda dibandingkan daerah lain. Karena itu, edukasi keuangan harus menjangkau hingga ke desa-desa dan pulau-pulau terpencil. Ini menjadi kewajiban kami untuk memastikan masyarakat memahami produk, risiko, dan manfaat layanan jasa keuangan,” jelasnya.

Sepanjang tahun 2025, OJK Maluku telah melaksanakan 379 kegiatan literasi dan edukasi keuangan dengan total peserta mencapai 89.972 orang, yang tersebar di 11 kabupaten/kota. Program ini melibatkan sinergi dengan perbankan, lembaga jasa keuangan, kementerian/lembaga, serta pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga memaparkan kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Maluku yang dinilai stabil hingga triwulan IV 2025. Aset perbankan tercatat tumbuh 6,65 persen secara tahunan dengan total mencapai Rp34,3 triliun, ditopang oleh penyaluran kredit sebesar Rp20,17 triliun yang tumbuh hampir 5 persen.

Sementara itu, sektor pasar modal menunjukkan pertumbuhan investor hingga 22 persen dengan jumlah investor mencapai 21.500 orang. Lembaga keuangan mikro dan keuangan syariah juga terus berkembang dengan total aset mencapai Rp4,31 miliar.

“OJK terus mendorong pembiayaan produktif, penguatan UMKM, serta program nasional seperti pembiayaan melawan rentenir dan pengembangan ekosistem keuangan inklusif di daerah,” ungkapnya.

Ke depan, OJK Maluku berharap insan pers dapat menjadi bagian dari “keluarga besar” OJK dan berperan sebagai duta literasi keuangan, agar masyarakat semakin waspada terhadap investasi ilegal serta mampu memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan risikonya.

“Kami ingin kolaborasi ini semakin kokoh, tidak hanya untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi Maluku yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Andi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.