Masarikuonline.Com, Ambon – Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berinovasi dengan mengembangkan dan di perkenalkan suatu program yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT). Program ini nantinya di peruntukan Kepada setiap desa/kampung berkualitas di seluruh Indonesia dengan menggandeng semua stekholder, baik kementerian terkait, pihak Swasta serta BUMN yang bertujuan untuk penguatan gizi dan protein keluarga, sebagaimana di sampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Charles Brabar SE, MSi, kepada media Masarikuonline di ruang kerjanya, Senin 18/4/2022)
Charles menjelaskan, saat ini Pemerintah lagi gencar-gencarnya mengatasi Stunting,
dalam upaya Pemerintah itu, di harapkan masyarakat di waktu yang akan datang, anak-anak generasi penerus bangsa bisa lebih cerdas, berkarakter dan memiliki postur tubuh lebih tinggi dari saat ini.
“BKKBN memiliki suatu program yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), yang nantinya kita berkolaborasi dengan semua sektor, teristimewa kementerian Pertanian atau Tanaman Pangan untuk mengembangkan kearifan tanaman pangan lokal kita yang ada di tiap daerah untuk dapat di padukan”. Jelas Charles
Kedepannya kata Charles, kita akan menciptakan model (Rool Model)Dapur Sehat di setiap desa atau kampung pada 11 kabupaten/kota di Propinsi Maluku untuk mengatasi Stunting dengan bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, kebupaten/kota, kecamatan sampai ke desa-desa,
“Kita akan memberikan motivasi, melatih dan edukasi teristimewa kepada Tim Pendamping Keluarga, kader, anggota PKK serta masyarakat untuk dapat memanfaatkan pekarangan rumah ataupun di kebun-kebun dalam menanam berbagai jenis tanaman lokal, seperti umbi-umbian, sayur-sayuran yang dapat meningkatkan gizi keluarga mereka”. Terang Charles
Charles menambahkan, terget BKKBN untuk Propinsi Maluku, kita akan upayakan untuk 11 kabupaten/kota harus sudah dapat menciptakan 5 desa atau kampung sebagai Rool Model sebagai desa atau kampung yang menerapkan Dapur Sehat Atasi Stunting. (JR**)
















