Masalah Sampah Menjadi Perhatian Serius Kepala IPST

oleh -2778 Dilihat
Kepala Instalasi Pengolahan Sampah terpadu (IPST) Toisapu, Kota Ambon, Iren Sohilait. Kamis (8/4)

MASARIKU.Com, Kepala Instalasi Pengolahan Sampah terpadu (IPST) Toisapu, Kota Ambon, Iren Sohilait. Kamis (8/4) mengemukakan bahwa lahan yang sementara dipergunakan untuk menampung dan mengelola sampah di Kota Ambon sudah penuh dan tidak bisa menampung sampah lagi. Untuk mengantisipasi hal tersebut pemerintah Kota Ambon telah melakukan penambahan areal seluas 1 hektar  sehingga proses pengolahan sampah terpadu ini dapat berjalan.  Namun dirinya memprediksikan dalam waktu dekat lokasi tersebut juga sudah penuh karena produksi sampah rumah tangga per hari per orang adalah 0,5 kg jika dikalikan dengan jumlah penduduk kota Ambon, maka lahan seluas 1 hektar tersebut tidak bisa bertahan lama.

Sebelumnya, sejak IPST Toisapu beroperasi, Pemerintah Kota Ambon telah membebaskan 5 hektar lahan, namun lahan tersebut sudah penuh dan ditutup.DiKalau Sohilait mengaku tidak mengetahui persoalan lain menyangkut pembebasan lahan yang sementara dipersoalkan oleh masyarakat karena selama ini trnsportasi dan masuk keluar kendaran pengangkut sampah di IPST berjalan seperti biasanya.

“Saya sebagai pemakai dan pengguna dan kalau prses selebihnya saya tidak tahu. Lebih banyak dari pemerintah dalam hal ini Kadis dan Walikota, dan setahu saya saat ini kita lagi penambahan satu hektar dan ada rencana untuk penambahan lagi,” sebut Sohilait.

Selain itu dirinya juga mengungkapkan kalau selama ini tidak ada masalah di IPST tersebut menyangkut complain masyarakat, namun jika masyarakat ada yang tidak puas itu adalah hal yang sudah biasa. “Kalau tidak puas pasti ada, namun kalau yang lebih lanjut saya tidak tahu. Masih lancar-lancar karena yang punya kewenangan lebih tinggi adalah pemerintah kota. Saya hanya dipakai oleh pemerintah sebagai alat untuk pengelolaan sampah di Toisapu,” lanjutnya

Dirinya juga membatah kalau selama ini pihak IPST Toisapu juga menerima sampah dari Maluku Tengah yaitu sekitar larier hingga ke suli. “Untuk sampah dari Malteng tidak ada, penerimaan sampah hanya untuk Kota Ambon saja

Untuk IPST Toisapu sekarang hanya bisa menampung 21.700 ton sampah, sementara produksi sampah dari Kota Ambon akan sangat melebihi kapasitas tamping dalam waktu beberapa bulan ke depan.

Soal sistim pengelolaan di IPST Toisapu, dirinya mengaku selama ini masih menggunakan sistim pemisahan secara manual yaitu dengan memakai pemulung dan dari sampah yang memiliki nilai ekonomis dapat ditampung di Bank Sampah untuk dijadikan bahan daur ulang dan untuk sampah organic dapat dijadikan kompos.

Namun, produksi kompos dan bahan daur ulang tersebut hanya beberapa persen saja dan hasilnya dipakai untuk konsumsi IPST seperi kompos untuk tanaman percontohan dan belum bisa dipasarkan keluar karena belum memiliki pasaran, Sementara para pemulung yang memisahkan sampah ditukar dengan sembako.

Penyebab penuhnya IPST Toisapu, manurut Sohulait adalah karena hanya sebagian kecil sampah saja yang memilki nilai ekonomis dan lainnya merupakan residu yang harus dilakukan pemadatan (controlenvile) sehingga lokasi IPST tersebut cepat penuh. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.