Komisi III DPRD Maluku Menilai Rencana Maluku Integrated Port Dinilai Belum Matang, Perlu Kajian Yang GO Publik

oleh -18 Dilihat

MASARIKUONLINE.COM, Rencana besar pembangunan Maluku Integrated Port mendapat sorotan dari DPRD Provinsi Maluku. Legislator menilai kajian proyek pelabuhan terintegrasi tersebut belum matang dan perlu dibuka secara transparan ke publik.

Hal itu disampaikan Anggota DPRD Provinsi Maluku, Alhidayat Wajo, SH saat rapat pembahasan di gedung DPRD Maluku. Kamis 23 Juli 2026.

“Proyek sebesar Maluku Integrated Port ini menyangkut hajat hidup masyarakat Maluku ke depan. Karena itu kajiannya harus dibuka ke publik, tidak boleh tertutup,” tegas Alhidayat.

Menurutnya, keterbukaan kajian sangat penting agar masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha bisa memberikan masukan. Jangan sampai proyek strategis ini berjalan tanpa memperhitungkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan.

“Kalau dari awal kita tidak transparan, maka dikhawatirkan ke depan justru menimbulkan persoalan baru. DPRD ingin memastikan proyek ini benar-benar matang, akuntabel, dan memberi manfaat nyata bagi Maluku,” ujarnya.

DPRD menilai Maluku Integrated Port bisa menjadi game changer bagi konektivitas dan logistik di Maluku. Namun sebelum masuk tahap eksekusi, pemerintah perlu melakukan kajian mendalam dan melibatkan semua pihak.

“Ini bukan hanya soal membangun pelabuhan, tapi soal masa depan Maluku. Karena itu kami minta Pemprov membuka kajian, diskusi publik, dan dengar pendapat dengan DPRD serta masyarakat,” kata Alhidayat.

Ia juga menekankan, anggaran dan skema investasi untuk proyek ini harus jelas agar tidak menimbulkan utang daerah yang memberatkan.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Maluku masih dalam tahap perencanaan dan sosialisasi awal terkait Maluku Integrated Port. DPRD berharap dalam waktu dekat ada forum terbuka untuk membahas lebih detail masterplan, dampak, dan manfaat proyek tersebut. (*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.