Gubernur Maluku: Pelayanan Kesehatan dan Pendidikan Jadi Prioritas Utama

oleh -1796 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Ambon, 8 Mei 2025 – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan dan sektor pendidikan menjadi prioritas utama dalam masa kepemimpinannya. Hal ini disampaikan saat menjadi pembicara pada The 2nd International Conference on Health and Medicine 2025 yang digelar oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura di Hotel Santika Premiere Ambon, Kamis (8/5).

Konferensi internasional ini turut dihadiri oleh Rektor Universitas Pattimura, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Wakil Wali Kota Ambon, pejabat Kementerian Kesehatan RI, Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, serta sejumlah tokoh penting di bidang kesehatan di Maluku.

Dalam pemaparannya, Gubernur Lewerissa mengangkat tema Solusi Kesehatan Inovatif di Maluku, merespons tantangan geografis yang dihadapi provinsi kepulauan tersebut. “Maluku terdiri dari 1.422 pulau dengan luas wilayah lebih dari 712 ribu km², di mana 92,4 persennya adalah lautan. Kondisi ini menyebabkan adanya perbedaan signifikan dalam akses layanan kesehatan antar wilayah,” jelasnya.

Lewerissa menyebutkan bahwa pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah terpencil. “Telemedisin dan layanan digital lainnya bisa menjadi jembatan bagi masyarakat di wilayah yang sulit dijangkau,” ujarnya.

Sejalan dengan kebijakan nasional, Gubernur juga menekankan pentingnya penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC) dan stunting. Ia menyatakan perlunya perencanaan strategis dan alokasi sumber daya manusia yang tepat untuk menghadapi dua masalah tersebut.

Gubernur juga mengapresiasi peran aktif Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura dalam mendukung pemerataan tenaga medis di Maluku. Ia berharap, melalui konferensi ini, terjadi peningkatan kualitas SDM di bidang kesehatan, salah satunya lewat program pertukaran atau peningkatan kapasitas tenaga medis.

“Hari ini hampir tiga bulan saya menjabat sebagai Gubernur Maluku. Dalam program prioritas saya, sektor pelayanan kesehatan dan pendidikan menjadi titik fokus utama,” tegasnya.

Gubernur juga menyadari tantangan yang dihadapi, terutama terkait keterbatasan anggaran. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki sistem layanan kesehatan di Maluku. “Kami telah mulai turun langsung ke rumah sakit, berdialog dengan dokter, memetakan permasalahan, dan merancang program-program yang tepat sasaran,” tambahnya.

Konferensi internasional ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan di sektor kesehatan, serta mendorong kemajuan pelayanan kesehatan di Maluku secara berkelanjutan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.