Kopi Tuni Ambon Curi Perhatian di Expo Munas APEKSI VII Surabaya

oleh -1871 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Surabaya, 8 Mei 2025 – Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, memperkenalkan kopi tuni sebagai salah satu produk unggulan Kota Ambon dalam Expo Musyawarah Nasional Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) VII yang digelar di Kota Surabaya. Kopi lokal yang tumbuh alami di tanah Maluku ini mencuri perhatian para peserta pameran berkat cita rasanya yang unik dan khas.

“Kopi tuni adalah kopi unggulan dari petani di Kota Ambon. Saya menjamin, rasanya sangat nikmat dan cocok bagi para pencinta kopi. Saya rekomendasikan siapa pun untuk merasakan sensasi dari kopi tuni ini,” ujar Wattimena saat ditemui di sela-sela pameran.

Wali Kota menambahkan, kopi tuni tak sekadar menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga simbol kebangkitan pertanian lokal di Ambon dan Maluku secara umum.

“Saya berharap para petani, khususnya di Kota Ambon dan Maluku, dapat terus membudidayakan kopi tuni untuk memperkenalkan hasil tanaman lokal ke tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Tumbuh Liar, Rasa Unik

Sekretaris Yayasan Kopi Maluku, Viany Huwae, menjelaskan bahwa kopi tuni merupakan jenis kopi khas yang tumbuh liar di hutan dan pesisir Maluku. Sistem tumbuhnya secara alami dalam ekosistem agroforestry menciptakan cita rasa yang sangat dipengaruhi oleh vegetasi di sekitarnya.

“Kalau dia tumbuh di dekat pohon durian, maka aromanya akan menyerap unsur durian. Begitu juga jika dekat pala atau cengkeh—cita rasanya ikut menyesuaikan dengan pohon di sekitarnya,” jelas Viany.

Keunikan ini membuat kopi tuni semakin diminati, bahkan hingga kancah internasional. Dalam gelaran G20 sebelumnya, kopi tuni turut dipilih sebagai souvenir resmi dari kawasan Indonesia Timur.

Pemberdayaan Petani: Menuju Petani Milenial

Yayasan Kopi Maluku juga menjalankan pendekatan holistik dalam membina petani, mulai dari pembibitan, perawatan, panen, hingga proses roasting yang masih dilakukan secara manual.

“Kami menjemput hasil panen langsung dari petani dan melakukan transaksi di tempat. Tujuannya agar petani bisa langsung mendapat manfaat maksimal dari hasil kerja mereka,” ujar Viany.

“Kami ingin menciptakan petani milenial—yang produktif, berpengetahuan, dan berdaya saing.”

Kualitas Premium, Harga Terjangkau

Meski menawarkan kualitas premium, kopi tuni dipasarkan dengan harga yang terjangkau. Yayasan Kopi Maluku terus berupaya memperkuat branding dan memperluas pasar sebagai bagian dari strategi pengembangan UMKM unggulan Maluku.

Dengan dukungan pemerintah dan komunitas, kopi tuni diharapkan terus berkembang menjadi identitas rasa dan semangat baru bagi sektor pertanian serta ekonomi kreatif di Ambon dan Maluku. (**)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.