Bank Indonesia Propinsi Maluku Mengalami Inflasi Pada Desember 2021.

oleh -2448 Dilihat

MASARIKU.COM, Kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) Propinsi Maluku Noviarsano Manullang menyampaikan bahwa, Propinsi Maluku tercatat mengalami Inflasi sebesar 0,82 % (mtm) pada bulan Desember 2021, melambat dibanding dengan Inflasi yang terjadi pada bulan November 2021 sebesar 1,06 % (mtm), demikian press release yang di sampaikan pada Rabu (05/01/2022).

Selanjutnya, realisasi Inflasi bulanan Propinsi Maluku pada Desember 2021 disebabkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok pakaian dan alas kaki yang sejalan dengan fenomena perayaan HBKN Natal dan Tahun Baru berjalan tercatat sebesar 4,01 % (yoy, ytd), lebih tinggi dibandingkan capaian Inflasi Maluku bulan sebelumnya sebesar 3,08 %(yoy), dan 3,16%(ytd). Adapun realisasi Inflasi Maluku sampai dengan bulan Desember 2021, tercatat sedikit lebih rentang sasaran Inflasi tahun 2021 yang di tetapkan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah Maluku sebesar 3,0% (yoy).

Lanjutnya lagi, kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami Inflasi sebesar 2,09 % (mtm), dan menyumbangkan andil sebesar 0,66 % (andil mtm). Inflasi pada kelompok ini utamanya di dorong oleh komoditas cabai rawit, ikan selar dan cabai merah yang masing-masing tercatat mengalami Inflasi sebesar 66,91 % (mtm), 15,34 %(mtm), dan 75,98 % (mtm).
Kenaikan harga komoditas makanan, minuman dan tembakau terjadi akibat fenomena perayaan HBKN Natal dan Tahun Baru 2022, yang meningkatkan permintaan masyarakat.

Kelompok pakaian dan alas kaki mengalami Inflasi sebesar 1,26 %(mtm), dan menyumbang andil sebesar 0,08 %(andil, mtm), peningkatan harga pada kelompok pakaian dan alas kaki utamanya disebabkan oleh kenaikan harga sepatu anak, blus wanita dan gaun wanita, yang masing-masing tercatat mengalami Inflasi sebesar 8,60% (mtm), 7,56%(mtm), dan 1,42% (mtm), kenaikan harga pada kelompok ini ditengarai juga terkait dengan persyaratan HBKN Natal dan Tahun Baru 2022.

Dalam rangka menjaga stabilitas Inflasi, sekaligus upaya peningkatan perekonomian Propinsi Maluku selama Desember 2021, TPID Propinsi Maluku telah melakukan beberapa program kerja antara lain:

  1. Penandatanganan kesepakatan kerjasama antara daerah (KAD) Maluku – Jawa Timur.
  2. Sidak pasar dan operasi pasar murah (TPID) Propinsi Maluku.
  3. Monitor stock distribusi, serta koordinasi dengan ASDP.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Propinsi Maluku, tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah Daerah, baik tingkat Propinsi maupun kabupaten/kota, guna mengendalikan Inflasi tahun 2021 sesuai dengan kisaran target nya sebesar 3,01%(yoy),. Pengendalian Inflasi di Maluku dilakukan melalui strategi kebijakan 4k, yaitu keterjankauan hanga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif, ungkapnya lewat press release. (J**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.