Pilkades Buano Utara Yang Demokrasi, Berubah Anarkis. Kenapa?

oleh -3949 Dilihat

MASARIKU.COM, Perhelatan pemilihan kepala desa Buano Utara, Kabupaten Seram Bagian Barat, yang seharusnya merupakan pesta demokrasi, berubah menjadi anarkis. Kantor Desa dirusaki oleh massa pendukung kandidat kades yang kalah, Minggu (14/11/2021)

Massa Bakar Perangkat Pemilihan Pilkades Buano Utara Di Kantor Desa.

Peristiwa berawal lantaran tidak terdaftarnya sejumlah warga dalam DPT. Ini menimbulkan rasa ketidakpuasaan dan bersama-sama dengan massa, calon Kades yang kalah Pilkades, melakukan aksi itu.

Dari data yang media ini terima menyebutkan, calon Kades, masing masing Nomor urut 1 atas nama Risno Nurlette dan calon Nomor urut 3 atas nama Rudin Tipaheu.

Kronologis kejadian, Menurut keterangan Saksi, Sekertaris Panitia Pilkades Desa Buano Utara, Lukman Mailuhu, sekitar pukul 17. 00 WIT, datang massa salah satu pendukung calon Kades, berjumlah sekitar 50 orang. Massa kemudian berteriak kepada Panitia agar tidak melakukan pleno/penetapan calon Kades terpilih.

Sambil berteriak, massa langsung melempari kantor Desa dengan menggunakan batu dan kayu. Sehingga Panitia yang ada di dalam kantor Desa, berusaha untuk menyelamatkan diri keluar dari kantor desa.

Akibat dari kejadian itu, 5 kotak suara terbakar, 10 kotak rusak, 3 pintu mengalami kerusakan, 24 kaca jendela pecah, 2 jendela rusak berat, 1 meja kaca, 1 meja kayu terbakar, 24 kaca nako pecah.

Usai mengobrak-abrik kantor Desa Buano Utara, massa bergerak ke kantor BPD, dan langsung melakukan pengrusakan dan pembakaran terhadap fasilitas kantor.

Akibatnya, kerugian materil yang dialami pasca peristiwa itu, pagar kantor BPD, terbakar, 1 unit lemari tempat penyimpanan arsipterbakar, dan kursi plastik 1 stel juga ikut terbakar.

Sekitar pukul 17.15 WIT, Personil Polres SBB BKO Polres SBB dan Polsek Waesala yang Pam TPS, berjumlah 13 anggota, dipimpin oleh Katim, Iptu. C Rangkoly, tiba di TKP, untuk melakukan tindakan pengamanan dan menghimbau kepada massa untuk tidak melakukan tindakan anarkis. Setelah mendapat arahan dari pihak kepolisian, massa membubarkan diri, dan situasi dapat di kendalikan oleh pihak kepolisian. (*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.