MasarikuOnline.Com, Ambon – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Ambon menggelar Rapat Kerja dan Workshop yang bertemakan “Dengan Bekerja Penuh Cinta Akan Meningkatkan Kinerja Dan Kompetensi Pendidikan Serta Tenaga Kependidikan SMK Negeri 3 Ambon Untuk Siap Memberikan Pelayanan Prima Dan Berprestasi dan diikuti oleh 110 peserta.
Kegiatan Raker dan Workshop dibuka oleh Kabid SMK yang diwakili oleh Korwas, Lantara Habir, S.Pd,. M.Pd, yang berlangsung di ruang pertemuan SMKN 3 Ambon tersebut, pelaksanakan kegiatan selama 4 hari, yang dimulai sejak tanggal 13 – 14 Juli 2023 dan dilanjutkan lagi tanggal 17 – 18 Juli 2023, demikian yang disampaikan kepala sekolah SMKN 3 Ambon, Ipa Nur Alydrus, S.Pd, saat ditemui media ini di ruang kerjanya, pada Jum’at (14/07/2023).

Alydrus menjelaskan, Perubahan adalah sebuah kepastian, continiu inprovmen. Jika ingin unggul memang harus berubah, tentu berubah menjadi lebih baik.
Menurutnya, dalam dunia pendidikan intinya adalah bagaimana kita maksimal memberikan layanan terbaik buat customer kita, siswa dan orang tua. Kita berikan apa yang mereka butuhkan untuk hari ini dan untuk bekal menghadapi masa depan.
Maka untuk menjalankan ini maka perlu, -Kekuatan Niat, Visi dan Misi.
-Pengetahuan dan bekal yang cukup sebagai guru disebut dengan kompetensi (pedadogik, kepribadian, profesional, dan
Sosial).
-Keterampilan dalam melayani.
-Untuk meningkatkan layanan perlu latihan dan belajar dari orang yg berpengalaman.
-Berinovasi, Kolaborasi, sukses tidak bisa sendiri maka perlu bekerjasama baik internal maupun eksternal.
-Cinta dan Doa, ketika ikhtiar sudah maksimal maka ada campur tangan Allah untuk menyukseskannya.

“Dari empat hari kegiatan ini, setidaknya ada dua hal yang perlu disamakan, yaitu Penguatan manajemen, program sekolah dan prestasi dan Penguatan persiapan Layanan Akademik,” Jelasnya.
Alydrus menambahkan, Pada Kegiatan Raker dan WorkShop ini ada hal penting yang harus kita selesaikan yaitu, Mempersiapkan SMK Neg 3 Ambon menjadi SMK yang Unggul dengan Kembali kita melakukan review terhadap Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) yang sudah pernah dibuat.
“Ada 4 (empat) komponen utama dalam mengembangkan KOSP, yaitu 1) Karakteristik satuan pendidikan; 2) Visi, misi, dan tujuan; 3) Pengorganisasian pembelajaran; dan 4) Perencanaan pembelajaran,” Ungkapnya.
1. Karakteristik satuan Pendidikan.
Dari analisis konteks, diperoleh gambaran mengenal karakteristik satuan pendidikan, termasuk peserta didik, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan sosial budaya. Untuk SMK, karakteristik melingkupi program keahliannya.
2. Visi, misi, dan tujuan
a) Visi, Menggambarkan bagaimana peserta didik menjadi subjek dalam tujuan jangka panjang satuan pendidikan dan nilai-nilai yang dituju berdasarkan hasil analisis karakteristik satuan pendidikan Nilai-nilai yang mendasari penyelenggaraan pembelajaran agar peserta didik dapat mencapai profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.
b) Misi, menjawab bagaimana satuan pendidikan mencapai visi nilai-nilai penting yang diprioritaskan selama menjalankan misi.
c) Tujuan, akhir dari kurikulum satuan pendidikan yang berdampak kepada peserta didik. Tujuan menggambarkan tahapan-tahapan (milestone) penting dan
selaras dengan misi.

Alydrus menegaskan, strategi satuan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan Kompetensi/karakteristik yang menjadi kekhasan lulusan suatu satuan pendidikan dan selaras dengan profil pelajar Pancasila, Visi, Misi, dan Tujuan SMK disusun untuk lingkup SMK Negeri 3 Ambon, sedangkan program keahlian menyusun tujuan program keahlian.
Komponen nomor 1 dan 2 ini menjadi komponen utama yang ditinjau setiap 4-5 tahun.
3. Pengorganisasian Pembelajaran
Cara satuan pendidikan mengatur muatan kurikulum dalam satu rentang waktu dan beban belajar, serta cara mengelola pembelajaran untuk mendukung Capaian Pembelajaran (CP) dan profil pelajar Pancasila yang mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan (Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Siswa untuk
SMK).
Intrakurikuler, berisi muatan/mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya jika ada (seperti mulok). Untuk SMK, mata pelajaran dan/atau konsentrasi disusun oleh satuan pendidikan bersama dunia kerja. Praktik Kerja Lapangan (PKL) untuk SMK, memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk menumbuhkembangkan karakter dan budaya kerja yang profesional, meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai kurikulum dan kebutuhan dunia kerja, serta menyiapkan kemandirian Peserta Didik untuk bekerja dan/atau berwirausaha.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila, menjelaskan pengelolaan projek yang mengacu pada profil pelajar Pancasila pada tahun ajaran tersebut. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Untuk SMK, tema Kebekerjaan merupakan tema yang wajib dipilih setiap tahun.
Ekstrakurikuler, kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal.
4. Perencanaan Pembelajaran
Perencanaan pembelajaran meliputi ruang lingkup satuan pendidikan dan ruang lingkup kelas Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup satuan pendidikan seperti penyusunan capaian pembelajaran (telah ditetapkan oleh pemerintah), alur tujuan pembelajaran lengkap dengan gambaran besar asesmen dan sumber belajar yang mencakup kegiatan intrakurikuler serta projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan perencanaan program prioritas satuan pendidikan
Alydrus juga mengatakan, Rencana pembelajaran untuk ruang lingkup kelas seperti rencana pelaksanaan pembelajaran atau modul ajar, perangkat ajar.
“Untuk dokumentasi rencana pembelajaran ini, Guru harus melampirkan beberapa perangkat ajar atau bentuk rencana kegiatan yang mewakili inti dari rangkaian pembelajaran pada bagian Lampiran,’ Tuturnya.
Kami berharap, hasil dari Raker dan Workshop ini semua guru di lingkup satuan pendidikan SMKN 3 Ambon dapat memahami dengan benar terkait dengan kurikulum merdeka, kemudian mereka dapat merencanakan pembelajaran secara baik. (JR)



















