MasarikuOnline. Com, Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku menggelar puncak kegiatan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 di Gedung Islamic Center Ambon, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.
Acara tersebut dibuka oleh Gubernur Maluku yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Ir. Sadali Ie, M.Si., IPU. Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Maluku, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, serta pimpinan lembaga jasa keuangan syariah di Maluku.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf mengatakan, GERAK Syariah merupakan program strategis OJK untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui kolaborasi lintas sektor.
“Program GERAK Syariah menjadi wadah kolaborasi antara OJK, pemerintah daerah, industri keuangan syariah, MES, Bank Indonesia, Kementerian Agama, TPAKD, media, serta tokoh masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan syariah secara bijak dan produktif,” ujar Andi.
Secara global, perkembangan ekonomi syariah terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan State of Global Islamic Economy Report 2024/2025, Indonesia menempati peringkat ketiga dunia dalam indikator ekonomi syariah global setelah Malaysia dan Arab Saudi.
Di tingkat nasional, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah mencapai 43,42 persen, sementara inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen. Data tersebut menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah meningkat, namun pemanfaatannya masih perlu terus didorong.
Industri perbankan syariah nasional juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga Desember 2025, total aset perbankan syariah nasional mencapai Rp1.041 triliun atau tumbuh 20,44 persen secara tahunan.
Di Provinsi Maluku, perkembangan industri perbankan syariah juga menunjukkan tren positif. Hingga Desember 2025, total aset perbankan syariah mencapai Rp1,02 triliun dengan pembiayaan sebesar Rp710 miliar yang tumbuh 18,30 persen secara tahunan.
Selain itu, rasio Non Performing Financing (NPF) tercatat sebesar 1,14 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional sebesar 2,19 persen. Hal ini menunjukkan kinerja perbankan syariah di Maluku tetap terjaga serta memiliki potensi untuk terus berkembang dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan UMKM di daerah.
Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah, OJK Maluku juga menggelar berbagai kegiatan edukasi dan kompetisi yang melibatkan pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum.
Beberapa kegiatan tersebut antara lain program KOLAK (Kajian dan Obrolan Seputar Keuangan Syariah) melalui talkshow Ramadan di radio, podcast, serta media digital. Rangkaian kegiatan ini meliputi edukasi SICANTIKS pada 25 Februari 2026, podcast GERAK Syariah bersama Komunitas Ruang Biru pada 4 Maret 2026, dialog publik bersama RRI Ambon pada 9 Maret 2026, serta dialog ekonomi syariah di TVRI Maluku.
Pada puncak kegiatan GERAK Syariah, OJK juga memberikan edukasi keuangan syariah kepada lebih dari 500 pelajar SMA, SMK, dan MA se-Pulau Ambon.
Selain itu, OJK Maluku juga menggelar KURMA (Kompetisi Keuangan Syariah Ramadan) yang meliputi lomba Fin Da’i Cilik Ramadan 1447 Hijriah pada 3 Maret 2026, lomba reels keuangan syariah, kuis literasi keuangan syariah, serta lomba seni hadrah yang digelar pada 7 Maret 2026.
Program lainnya adalah SURAU (Safari Edukasi Ramadan Keuangan Syariah) yang dilaksanakan di berbagai wilayah Maluku dan disinergikan dengan program Gerakan Pangan Murah Pemerintah Provinsi Maluku, salah satunya di Desa Liang pada 4 Maret 2026.
OJK juga melaksanakan program SAKINAH (Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah) yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan perencanaan keuangan syariah bagi para santri. Program ini telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Anshor Liang pada 27 Februari 2026.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, OJK berharap literasi dan inklusi keuangan syariah di masyarakat terus meningkat serta mampu mendorong penguatan ekonomi syariah di daerah. (**)















