Di Tahun Baru Imlek 2026, Permabudhi Maluku Berjanji Siap Dukung Penuh Program Pemkot Dengan Aksi Nyata

oleh -91 Dilihat

MASARIKUONLINE.COM, Persatuan Umat Buddha Maluku di Kota Ambon melaksanakan tradisi budaya (kebersihan, sembahyang syukur) dalam merayakan Imlek 2577 Kongzili di Vihara Swarna Giri Tirta di Kawasan Gunung Nona, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (17/2/2026).

Dengan mengusung tema “Semoga Cahaya Kebijaksanaan Buddha Menuntun Kita pada Kehidupan yang Harmonis, Penuh Welas Asih, dan Kebajikan”.

Ketua Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Provinsi Maluku Aline Tjoa Pinontoan, mengatakan bahwa Perayaan Imlek di zaman dulu itu, perayaan pergantian musim yang tadinya musim dingin memasuki musim semi.

“Jadi dinamakan Cunche, festival musim semi, itu, masyarakat yang hidupnya kesulitan memasuki musim semi dengan harapan baru., Jadi imlek ini adalah kita mempunyai harapan baru kedepan, “jelasnya.

Lanjutnya, Tapi dalam ajaran buddha sendiri, imlek jatuh pada hari Utosota, itu dimana hari kita disarankan untuk melakukan kebajikan-kebajikan.

Oleh karenanya itu, dalam memaknai imlek kita banyak melakukan kebajikan seperti misalnya, berbakti dengan orang-orang yang lebih membutuhkan, kemudian kita juga melakukan hal-hal yang baik untuk alam seperti pelepasan satwa, itu salah satu bagian dari rangkaian memasuki imlek sendiri.

Kemudian dalam rangka merespon pesan dari Pak Walikota Ambon dalam mendukung program-programnya, Pinontoan merespon bahwa Permabudhi Maluku melihat, dimana Pak Walikota Ambon menekakan untuk mnngurangi kegiatan-kegiatan yang sifatnya seremonial, lebih memperbanyak aksi nyata, dan itu memang sudah kami lakukan selama ini, dan kami juga telah mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial dan lebih kepada melakukan kegiatan-kegiatan nyata yang positif dan berdampak. (*

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.