Tenun Tanimbar Diminati di Bazar Pameran Pembangunan MTQ XXIX

oleh -3700 Dilihat

Masarikuonline.Com, Saumaki- Tenun Ikat Tanimbar merupakan salah satu jenis kain tradisional asal daerah bumi julukan duan lolat itu, selain dipergunakan sebagai sarana pembungkus tubuh, atau dipakai pada acara ritual adat masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar, namun kain tradisonal ini juga sangat disukai banyak orang. Bahkan kain Tenun Tanimbar sudah mulai terkenal luas hingga mancanegara, dan terus diminati hingga kini.

Terlihat pada Bazar Pameran Pembangunan Musabaqah Tilawatil Qur,an (MTQ) XXIX sejak awal pembukaan hingga hari ini, Selasa (22/3/2022) menjadi bukti bahwa kain Tenun ikat Tanimbar termasuk syal dan kerajinan tangan berbahan dasar kain tradisonal ini sangat diminati para pengunjung.

Berbagai bentuk dan motif ornamen kain tenun ikat Tanimbar hasil karya para perajin tenun lokal yang dipamerkan di moment tersebut, laris manis dibeli pengunjung ataupun para pejabat yang datang menengok stand pameran yang berlokasi di Taman Kota Saumlaki, pusat ibukota Kabupaten Kepulauan Tanimbar ini.

Sejak Bazar Pameran Pembangunan MTQ XXIX dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Ny. Widya Murad Ismail yang juga istri Gubernur Maluku,Murad Ismail baru-baru ini (18/3/2022) beserta Ketua TP.PKK Kabupaten Kepulauan Tanimbar,

Ny. Joice M. Fatlolon/P, selalu dipadati pengunjung dari berbagai kalangan. Bahkan istri orang nomor satu Maluku yang juga Ketua Dekranas Provinsi Maluku ketika itu terlihat bersemangat membeli sejumlah Tenun ikat Tanimbar di lokasi terebut.

Sebelumnya, kata Ny. Joice Fatlolon yang juga istri Bupati Kepulauan Tanimbar – Petrus Fatlolon, kain tenun ikat Tanimbar banyak diminati berbagai kalangan. Karena kain tradisional yang diproduksi para perajin setempat, bukan saja dibuat berdasarkan motif tradisional namun mulai dipadukan dengan sejumlah kreasi baru yang lebih memikat hati.

Sehingga, menurut Joice Fatlolon, kini terdapat 47 motif kain tenun ikat Tanimbar yang telah diproduksikan oleh para perajin tenun lokal. Bahkan untuk keseluruhan motif tenun ikat khas Tanimbar ini diakuinya sudah didaftarkan untuk mendapatkan hak kekayaan intelektual ke pihak Kementerian Hukum dan Ham RI.

Terlepas dari itu, Joice Fatlolon berterimakasih kepada Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Maluku, Ny. Widya Murad Ismail yang juga ketua Dekranas Provinsi Maluku beserta pihak panitia Bazar karena dapat memamerkan seluruh hasil karya perajin termasuk kain tenun Tanimbar dan produk kerajinan unggulan Tanimbar lainnya yang ditampilkan dalam ajang pameran tersebut, sebab hal ini merupakan suatu bentuk promosi untuk mengangkat hasil karya tradisional masyarakat Tanimbar ke publik demi kesejahteraan masyarakat, terlebih di sektor UMKM Tanimbar. (Nely)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.