MASARIKU.COM, Berdasarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 lewat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi serta Pemda Provinsi Maluku, tentang proses pembelajaran tatap muka terbatas apabila tingkat penyebaran virus Covid-19 sudah berada pada level 1 dan siswa telah melakukan vaksinasi sebesar 80 persen dan para guru sebesar 100 persen. maka hal ini menjadi rujukan bagi SMKN 5 Ambon untuk melakukan proses pembelajaran tatap muka terbatas, Hal ini disampaikan Kepala Sekolah SMK Negeri 5 Ambon, Ibu Elsina Aunalal, S.Sos., M.Pd di ruang kerjanya, Selasa (16/11/2021).
Lanjutnya, para siswa dan dewan guru SMK Negeri 5 Ambon telah melakukan vaksinasi, untuk siswa sudah mencapai 95 persen dan dewan guru sudah mencapai 100 persen, sehingga kita sudah bisa melakukan proses pembelajaran tatap muka terbatas.
“Memang kami berupaya semaksimal mungkin untuk semua siswa itu melakukan Vaksinasi, tapi ada beberapa siswa yang memang benar-benar tidak bisa di vaksin dikarenakan sedang sakit, yang dapat dibuktikan dengan keterangan dari dokter yang berkompeten dan proses pembelajaran tatap muka terbatas ini juga dilakukan dengan durasi waktu belajar yang biasanya mulai belajar jam 08.00 dan pulang jam 03.00 WIT, tapi dalam proses pembelajaran tatap muka terbatas ini, proses belajar mulai jam 08.00 WIT pulang jam 12.30 WIT,”pungkasnya.
Lebih lanjut diakuinya, selama proses belajar melalui daring, memang sangat sulit untuk melakukan proses belajar praktek, apalagi pembinaan karakter siswa, dengan proses pembelajaran tatap muka terbatas ini, kita memulai dari awal lagi, baik itu proses belajar teori maupun praktek dan juga pembentukan karakter siswa, ini berat bagi kami dewan guru, tapi kami tetap optimis untuk dapat melakukan yang terbaik bagi siswa ajar kami di SMK Negeri 5 Ambon ini.
Kemudian ketika di tanya standarisasi sarana dan prasarana belajar serta kelengkapan praktek siswa di SMK Negeri 5 Ambon, diakuinya sudah ada, meskipun ada kekurangan tapi itu sudah cukup.
“Menyangkut kualitas kelulusan siswa SMK Negeri 5 Ambon ini, di sampaikannya bahwa, siswa lulusan siap pakai dengan kualifikasi di masing-masing bidang mereka, banyak dari siswa kami, ketika tamat mereka langsung mendapat pekerjaan, hanya ada beberapa saja yang melanjutkan di bangku kuliah, “ujarnya.
Harapan saya, biar Covid-19 ini cepat pulih dan pembatasan pembelajaran ini juga bisa berakhir, agar siswa dapat belajar seperti biasa dan lebih penting adalah dukungan dari semua elemen, orang tua siswa, masyarakat, komite sekolah serta stekholder yang ada agar SMKN 5 Ambon, dapat menciptakan generasi muda Maluku yang siap pakai. (Jerits)















