Safitri Paparkan Sejumlah Capaian Di HUT Bursel Ke 13

oleh -2028 Dilihat
Safitri Malik Soulissa, S.IP.,M.Si Bupati Kabupaten Buru Selatan

MASARIKU.COM, Rapat Paripurna Memperingati HUT Kabupaten ke 13 di gelar di Aula Kantor DPRD Kabupaten buru selatan Dibuka secara resmi oleh Ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan Muhajir Bahta yang di hadiri oleh seluruh stekholder Pemerintahan dalam hal ini Bupati Hj Safitri Malik Soulissa, S.IP dan Wakil Bupati Gerson Eliaser Silsily, 20 Anggota DPRD, Sekda Iskandar Walla, SE, Ketua KPUD, Ketua Bawaslu, OPD-OPD, Unsur TNI Polri, Pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Organisasi Wanita, Ketua Partai politik dan insan pers. Rabu 21/07/2021.

Bupati Safitri Malik Soulisa dalam sambutannya mengatakan bahwa, ada capain dasar pijak, Di Bidang Pendidikan Pada tahun 2020 telah menghasilkan 112 unit sekolah SD dengan jumlah Guru 619 Orang. 53 Unit SMP dengan jumlah guru 600 orang. 28 Unit SMA jumlah guru sebanyak 469 orang yang tersebar di 6 kecamatan.

Hal tersebut berdampak peningkatan pencapaian indeks pembangunan manusia, dimana tahun 2020 mencapai 64,69 point dengan capain pendidikan di Kabupaten buru selatan mencapai 7,94 persen, angka lama sekolah 12,69 persen, angka partisipasi SD mencapai 97,86 persen, SMP mencapai 80,19 persen dan SMA mencapai 65,79 persen dari ada lima poin yakni, 1. Capain tersebut kedepan akan di fokuskan pada peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. 2. Peningkatan elektabilitas. 3. Beasiswa untuk siswa yang berprestasi. 4. Peningkatan profesionalisme. 5. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini atau PAUD. Sehingga kedepan sangat berharap agar pendidikan harus tetap di prioritaskan,”terangnya.

Selanjutnya, Bidang Kesehatan, di mana sampai dengan Tahun 2020 telah terbangun 2 unit rumah sakit yakni RSUD NAMROLE dan Rumah Sakit Pratama Desa Fogi, 12 unit Puskesmas yang terdiri dari 4 unit puskesmas rawat inap dan 8 unit puskesmas non rawat inap serta 36 unit pustu yang tersebar di 6 kecamatan dalam meningkatkan pelayanan masyarakat pemerintah daerah menyiapkan tenaga medis sebanyak 734 tenaga medis yang terdiri dari 14 dokter umum, satu dokter gigi, satu perawat, 445 perawat, 191 bidan, 50 tenaga kesehatan masyarakat dan sanitasi, 22 tenaga gizi dan 20 tenaga farmasi, dari capain tersebut dengan angka harapan 8 hidup yang mencapai 66,27 sementara angka kematian ibu dan bayi masih relatif tinggi 638 per 100.000 kelahiran hidup dan angka kematian bayi mencapai 9 bayi atau 7,2 per 1.000 kelahiran hidup. Untuk itu pemerintah daerah akan meningkatkan kesehatan di bidang kesehatan akan di fokuskan ada 6 poin yakni, 1.Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu  bayi dan balita. 2. Perbaikan status gizi masyarakat. 3. Pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan. 4. Pembangunan sarana dan prasarana kesehatan yang merata dan berkualitas. 5. Penyediaan tenaga medis secara merata di seluruh wilayah. 6. 6. Ketersediaan keterjangakauan dan mutu obat.

Dalam penyampaian sambutan tersebut, di sekarang ini pada taun 2021, kita diperhadapkan dengan situasi sulit seperti covid 19 yang berawal dari tahun 2019 sampai saat ini. Hal ini ini juga berdampak pada kondisi ekonomi baik di tingkat kabupaten, provinsi, tingkat nasional maupun global.

Dimana pertumbuhan ekonomi Buru selatan turun mencapai -0,01 persen namun capain tersebut masih di atas bila di bandigkan dengan capaian provinsi maluku yakni sebesar -3,50 persen, tingkat inflasi cukup stabil mencapai 2,70 persen namun berbanding terbalik capaian penanggulangan kemiskinan dimana kemiskinan kabupaten buru selatan pada tahun 2020 turun mencapai 15,75 persen atau sebesar 0,38 persen dari tahun 2019 yakni sebesar 16,13 persen. Hal tersebut menandakan bahwa keseriusan Pemerintah daerah dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan yang masih menjadi prioritas utama,”jelasnya.

Untuk mendorong perekonomian di Kabupaten Buru Selatan kedepan maka arah kebijakan, 1. Menigkatkan nilai tambah pemasaran hasil perikanan dan pertanian serta menjaga ketahanan pangan. 2. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tenaga kerja. 3. Mengkatkan akses dan iklim usaha bagi Koperasi dan UMKM. 4. Peningkatan daya tarik dan kunjungan wisata yang di dukung sumberdaya pariwisata yang berkualitas. 5. Menekan kerentangan masyarakat miskin sebagai akibat dari perubahan iklim dan bencana alam. 6. Penerapan standar pelayanan publik. 7. Mengembangkan dan menerapkan pelayanan satu pintu untuk pelayanan utama dan investasi dengan harapan agar perekonomian buru selatan agar dapat berjalan lebih baik kedepan nanti.

Selanjutnya, Pembangunan infrastuktur di kabupaten buru selatan di tahun 2020  mencapai jalan sepanjang 465,95 km dengan kondisi mantap sepanjang 283,76 km atau sebesar 60,90 persen dan kurang mantap sepanjang 182,19 km atau sebesar 39,10 persen, pembangunan jembatan mencapai 751,63 km atau sebesar 21,44 persen dari yang dibutuhkan sepanjang 3,505,63 meter, pembangunan rumah layak huni sampai tahun 2020 sudah terbangun sebanyak 3,219 unit yang tersebar di 6 kecamatan. Akses penduduk terhadap air minum aman sebesar 70,20 persen dan akses terhadap sanitasi layak sebesar 84,01 persen. Dari hal tersebut kabupaten buru selatan masih perlu di tingkatkan terutama dalam mendukung aksebilitas dan konektifitas arah kebijakan di fokuskan pada; 1. Penigkatan jangkauan dan kualitas sarana dan prasarana transportasi darat laut dan udara. 2. Peningkatan kualitas jalan dan jembatan. 3. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana irigasi air bersih pemukiman energi lustrik informasi da telekominikasi. 4. Pembangunan bencana kawasan tertinggal dengan harapan akan lebih  baik di masa akan datang. Pemerintah daerah bertekad dalam hal ini Bupati dan Wakil bupati akan membangun buru selatan kedepan yang akan lebih baik.

Tambahnya, Dimana kita diberikan tanggung jawab penuh oleh masyarakat Buru Selatan untuk dapat melanjutkan pembangunan insfrastruktur peningkatan jalan, jembatan maupun sumber daya manusia.

Selanjutnya, Dari sisi Pendidikan, Kesehatan itu menjadi pekerjaan rumah buat pemerintahan sekarang dan kami berupaya semaksimal mungkin untuk dapat melaksanakan tangungjawab kita berdua sesulit apapun pekerjaan kalau kita bersama-sama mengerjakan maka pekerjaan itu bisa terselesaikan.

Karena jabatan yang kita emban sekarang ini adalah amanah dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa dan dari masyarakat Buru Selatan apabila dikelola dan dikerjakan dengan ikhlas kerja sama dan Gotong royong serta mengoptimalkan potensi sumberdaya manusia maupun sumberdaya alam maka semua masalah dab tantangan akan di jadikan untuk kebaikan bersama kami sebagai Pemerintah daerah tetap optimis tidak akan ada masalah yang tidak terselesaikan melalui kerja sama saling mendukung untuk mencapai harapan dengan memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat Bursel dengan semangat dan dilandasi oleh Lolik Lalen Feda Fena,”tutup Bupati. (LS)