MasarikuOnline.Com, Ambon – Menjelang Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Puasa dan Idul Fitri 2025, PT Pos Indonesia Maluku – Maluku Utara dipercaya sebagai outlet atau gerai untuk mendistribusikan bahan pokok kepada masyarakat melalui Operasi Pasar Murah. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Deputi Eksekutif General Manager PT Pos Indonesia Maluku – Maluku Utara, Deny Lumbangturuan, saat di wawancarai media ini di ruang kerjanya, pada Rabu (26/02/2025) menyampaikan bahwa pihaknya siap memberikan layanan kepada masyarakat yang akan membeli bahan pokok dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Operasi Pasar Murah ini akan berlangsung hingga 29 Maret 2025 (H-3 Idul Fitri).
Deny menegaskan bahwa PT Pos Indonesia di wilayah Maluku – Maluku Utara sudah siap menerima barang untuk dijual kepada masyarakat. Saat ini, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan beberapa pemasok utama, seperti Perum Bulog, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), guna memastikan kelancaran distribusi bahan pokok selama operasi pasar berlangsung.
“Kami terus berkoordinasi agar tidak ada hambatan dalam pelaksanaan Operasi Pasar Murah. Gerai atau outlet kami sudah siap, tinggal menunggu pihak supplier untuk menyerahkan produk-produk yang akan dijual kepada masyarakat,” jelas Deny.
Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku, serta instansi terkait lainnya, guna membahas mekanisme pelaksanaan dan distribusi barang dalam program ini.
Deny berharap agar pembahasan di masing-masing instansi terkait bisa segera rampung sehingga Operasi Pasar Murah dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu. “Kami siap mendukung penuh program ini untuk membantu masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” tambahnya.
Dengan kesiapan PT Pos Indonesia sebagai mitra distribusi, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau, sehingga dapat meringankan beban ekonomi di tengah meningkatnya kebutuhan selama bulan suci Ramadan. (JR)











