MasarikuOnline. Com, Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan komitmennya dalam mendorong perluasan layanan keuangan inklusif di Provinsi Maluku. Fokus utama diarahkan kepada kelompok masyarakat yang selama ini belum tersentuh lembaga keuangan formal, termasuk pelaku UMKM dan masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3D).
Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Jusuf, dalam siaran pers yang diterima media ini, pada Sabtu (26/7/2025), menyebutkan bahwa pihaknya aktif bersinergi dengan pemerintah kabupaten dan kota di Maluku guna mendorong literasi dan inklusi keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Komitmen nyata OJK diwujudkan melalui edukasi dan pemberdayaan keuangan kepada pelaku UMKM, pengusaha, hingga aparatur pemerintahan di Kabupaten Seram Bagian Timur, yang merupakan salah satu wilayah 3D di Maluku,” ujarnya.
Menurut Andi, literasi keuangan merupakan jembatan penting menuju kemandirian ekonomi. Ia menekankan pentingnya mencetak ASN yang cakap dalam pengelolaan keuangan, masyarakat desa yang terbiasa menggunakan layanan keuangan digital maupun konvensional, serta pelajar yang sejak dini memahami pentingnya menabung dan mengelola uang.
“Upaya ini merupakan bukti nyata bahwa OJK tidak hanya fokus pada sektor keuangan formal di perkotaan, tetapi juga turun langsung ke akar rumput. Kami ingin menjangkau yang selama ini tak terjangkau,” tegasnya.
Program literasi dan edukasi keuangan yang dijalankan OJK ditujukan untuk semua kalangan, mulai dari pelajar, aparatur desa, masyarakat pesisir, hingga pelaku UMKM. Andi menambahkan, keberhasilan pembangunan ekonomi lokal tak lepas dari keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat yang melek finansial dan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.
“Ekosistem ekonomi yang inklusif hanya bisa dibangun jika seluruh elemen masyarakat memahami dan menggunakan produk-produk keuangan secara tepat dan produktif,” pungkasnya. (**)















