MasarikuOnline. Com, Ambon – Komisi III DPRD Provinsi Maluku menggelar rapat lanjutan bersama mitra kerja teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku, Balai Wilayah Sungai Maluku, Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Maluku, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku, Selasa (6/8).
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III, Muqmin Refra, turut dihadiri sejumlah anggota komisi seperti Richard Rahakbaw, Rofik A. Afifudin, Rostina, Din Kelilau, Reza Moni, dan Alan Lohy.
Dalam keterangannya kepada wartawan usai rapat, Muqmin Refra menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas sejumlah persoalan serius terkait infrastruktur dan bencana, terutama meluapnya sungai serta kerusakan jalan dan jembatan di beberapa wilayah.
“Ada beberapa persoalan yang harus segera ditangani oleh instansi teknis, seperti Balai Wilayah Sungai, Balai Jalan Nasional, Dinas PUPR, dan BPBD Maluku. Masalah yang paling menonjol adalah meluapnya Sungai Wayari, rusaknya orpit jembatan Sungai Kawanua di Maluku Tengah, serta kondisi sungai di Tamailouw yang juga perlu penanganan cepat,” ungkap Refra.
Politikus PKB asal Kabupaten Maluku Tenggara itu menambahkan, Komisi III mendorong pihak terkait untuk segera mengidentifikasi setiap persoalan teknis di lapangan agar tidak menimbulkan masalah baru ke depannya.
Lebih lanjut, Refra juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian. “Ada beberapa ruas jalan di Tepa (Kabupaten Maluku Barat Daya), Maluku Tengah, dan juga di Kota Ambon—khususnya di Kecamatan Nusaniwe—yang harus segera ditangani,” katanya.
Refra pun mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai agar lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kondisi lingkungan.
“Mengingat kondisi alam yang cukup ekstrem belakangan ini, kami menghimbau masyarakat agar tidak melakukan hal-hal yang bisa menimbulkan masalah baru, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai,” tutup Refra.
(**)














