Ketua DPRD Maluku Desak Presiden Prabowo Evaluasi Program Makanan Bergizi Gratis Usai Kasus Keracunan Siswa

oleh -1969 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – Ketua DPRD Provinsi Maluku, Benhur George Watubun, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi mekanisme penyaluran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Desakan itu muncul setelah sejumlah siswa di Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kota Tual mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Menurut Benhur, kejadian itu menunjukkan adanya kelemahan serius dalam pelaksanaan program nasional tersebut. Ia menilai lebih baik anggaran MBG diserahkan langsung kepada orang tua siswa, agar mereka yang menyiapkan makanan anak-anaknya dengan pengawasan dari dinas atau badan gizi di daerah.

“Kalau orang tua yang kasih makan anak mereka maka tidak mungkin anak mereka keracunan. Tapi kalau orang lain yang kasih makan, bisa saja ada faktor kesengajaan sehingga anak-anak keracunan,” ujar Watubun kepada wartawan di Ambon, Jumat (26/9/2025).

Benhur juga menyoroti kinerja tim gizi yang selama ini ikut menangani pelaksanaan program MBG. Ia menilai tim tersebut tidak efektif dan justru menjadi penghambat dalam pelaksanaan di lapangan.

“Tim itu tidak berguna, dari dulu hanya menghambat semua hal. Presiden harus ambil langkah revolusioner untuk penanganan masalah ini,” tegasnya.

Politikus asal Maluku itu menyebut kasus keracunan siswa akibat makanan MBG telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Ia memperkirakan lebih dari 5.000 siswa terdampak secara nasional, dan menyebut kondisi ini fatal bagi pembangunan sumber daya manusia di masa depan.

“Program ini seharusnya menjamin makanan yang sehat dan bergizi, memenuhi unsur empat sehat lima sempurna, agar anak-anak kita tumbuh cerdas dan kuat. Kalau malah bikin keracunan, siapa yang mau lagi makan makanan bergizi dari sekolah?” lanjut Benhur.

Ia menilai masalah bisa terjadi karena sistem subkontrak dalam pengadaan makanan, yang kerap membuat penyedia layanan mencari untung lebih besar dengan menekan kualitas bahan makanan. Akibatnya, kata Benhur, yang menjadi korban adalah anak-anak.

“Kalau sub makanan untungnya sedikit, mereka cari jalan pintas. Ruginya anak-anak yang keracunan,” katanya.

Benhur pun mendesak Presiden Prabowo meninjau ulang sistem distribusi dan pengawasan program MBG. Namun ia juga menghormati jika Presiden tetap mempertahankan program tersebut sebagai bagian dari visi besar pemerintah.

“Kalau Presiden mau pertahankan, silakan saja. Tapi mekanismenya harus dibenahi supaya program bagus ini tidak jadi bumerang,” tutupnya. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.