MasarikuOnline.Com, Ambon – Sejak tahun 2019 Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan(UPP) kelas II Tulehu telah mendapatkan mesin pemindai sinar X atau X-Ray, namun belum bisa digunakan dikarenakan ada beberapa alasan, antara lain area kawasan pelabuhan Tulehu masih terbuka, kemudian harus dilakukan perubahan tata letak agar lebih strategis penempatannya, demikian yang disampaikan kepala kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan(UPP) kelas II Tulehu, Margarita Wattimuri, saat ditemui media ini, pada beberapa hari yang lalu.
Menurut Wattimuri, penempatan mesin pemindai sinar X, atau X-Ray harus strategis dan memerlukan penataan ruang pelabuhan agar tidak terbuka, sebab ketika X-Ray digunakan ruang pelabuhan harus satu pintu, termasuk juga harus ada panduan penggunaan X-Ray dari pusat.
Wattimuri menambahkan, berdasarkan keputusan Direktur Jendral Perhubungan Laut Nomor : UM. 008/88/19/DJPL- 18 tanggal 19 Oktober 2018 tentang penetapan pelabuhan Tulehu sebagai Lokasi Pelabuhan Percontohan (Pilot Project), dengan demikian lewat satker
Peningkatan fungsi Kepelabuhanan Pusat, Direktorat Kelelabuhan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, memberikan mesin X-Ray untuk meningkatkan kinerja di pelabuhan Tulehu.
“Memang diakui belum ada kesadaran masyarakat untuk bagaimana melakukan kegiatan di pelabuhan, kita perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat termasuk kerja sama dengan pemerintah Negeri setempat dan Stekeholder yang ada, termasuk nantinya kalau X-Ray di fungsikan,” Ungkap Wattimuri.
Untuk mobilitas penumpang di pelabuhan Tulehu, Wattimuri mengatakan, sangat fluktuatif, penumpang antar pulau dari Tulehu ke Amahai saat waktu-waktu normal bisa sekitar 300-400 orang per harinya, namun jika mudik lebaran atau natalan penumpang naik melonjak tajam sekitar 600-800 orang per harinya.
“Armada kapal yang tersedia cukup untuk melayani penumpang, baik saat normal maupun saat mudik lebaran atau natalan,” Jelasnya.
Kami berharap, kedepannya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, perlunya kerjasama yang baik dengan masyarakat setempat, termasuk dengan pemerintah Negeri Tulehu untuk bersama-sama menata pelabuhan Tulehu sebagai pelabuhan percontohan yang baik lagi. (JR)















