MasarikuOnline.Com, Ambon – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H, masyarakat Kecamatan Nusaniwe menggelar aksi gotong royong membersihkan Makam Syuhada di Kelurahan Silale. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat (21/02/2025), pukul 16.00 hingga 18.15 WIT, dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan profesi.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kapolsek Nusaniwe ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama di wilayah tersebut. Ada beberapa tujuan utama yang ingin dicapai dari kegiatan ini, di antaranya:
1. Mempererat tali silaturahmi antar warga di Nusaniwe, tanpa memandang perbedaan suku atau agama.
2. Menghormati saudara-saudara Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa beberapa hari ke depan.
3. Membuka ruang interaksi dan kebersamaan melalui perkenalan dan komunikasi antar warga.
4. Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar wilayah Nusaniwe tetap kondusif menjelang Ramadhan.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran sekitar 260 orang yang terlibat dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari berbagai pihak, termasuk:
Kapolsek Nusaniwe selaku penggagas acara.
Ketua Klasis Pulau Ambon, sebagai perwakilan umat Kristen Protestan.
Lurah Silale, yang turut serta memimpin jalannya kegiatan.
Perwakilan Koramil Nusaniwe, sebagai bentuk dukungan dari unsur TNI.
Perwakilan Gereja GPM, Gereja Katolik, serta perwakilan Masjid, yang menunjukkan kebersamaan lintas agama.
Pelajar dari SMP, SMA, dan SMK, yang ikut serta dalam aksi sosial ini.
Warga dari Kelurahan Silale dan Kelurahan Waihaong, serta berbagai instansi lainnya yang ada di Nusaniwe.
Kegiatan bersih-bersih makam ini menjadi bukti nyata bahwa semangat toleransi dan gotong royong masih kuat di Nusaniwe. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dalam kebaikan.
Kapolsek Nusaniwe berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara rutin, terutama dalam momen-momen penting keagamaan. “Ini bukan hanya tentang kebersihan makam, tetapi juga tentang menjaga kebersihan hati dan kebersamaan di antara kita semua,” ujarnya.
Dengan semangat persaudaraan dan kepedulian, masyarakat Nusaniwe telah memberikan contoh bahwa harmoni dan kerukunan dapat terus terjaga, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk terus memperkuat solidaritas dan kedamaian. (**)















