MASARIKUONLINE.COM, Anggota DPRD Maluku Dapil VI (Malra Tual dan Kep. Aru) Dari Partai Kebangkitan Bangsa Mumin Refra, S.H yang diwawancarai media ini terhadap hasil resesnya, Senin (30/3/2026) di Caffe Jonbek usai menghadiri Muswil PKB Maluku.
“Dapil VI ini, Daerahnya rawan pemukiman dan tentu kebutuhan-kebutuhan mereka menghadapi kondisi ekstrem. Seperti yang kita ketahui bahwa kalau kondisi Maluku itu ekstrem, itu banyak hal yang terjadi; longsor dan segala macam, itu yang menjadi skala prioritas. Untuk itulah Kemudian kita juga persiapkan sarana kebutuhan fisik berupa air bersih dan lain sebagainya.
Khusus untuk dapil kami, kita berharap bahwa yang kita ketahui ya, bahwa di seluruh Maluku, khususnya Dapil Maluku VI, menghadapi Lebaran dalam suasana yang tenang, baik, bagus, aman, stabil. Kita berharap ke depan kondisi seperti ini dipertahankan.
Kemudian juga, berbagai problem sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita di minggu-minggu terakhir ini, khususnya di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, kita berharap semua berakhir. Dan saatnya kita duduk bersama-sama membicarakan berbagai hal terkait dengan berbagai kebutuhan masyarakat. Dan kita berharap semua unsur pemerintahan terlibat aktif dalam upaya memulihkan kembali kondisi sosial masyarakat di wilayah terjadinya beberapa kampung, peristiwa sosial kemarin di Maluku Tenggara.
Oleh karena itu, kita juga minta agar masing-masing ketahanan masyarakat perlu diperkuat dan jangan terprovokasi dengan isu-isu miring yang dapat memecah belah kita dalam keharmonisan yang telah kita bangun selama ini. Bagi kami sebagai wakil rakyat, kami menginginkan harmonisasi terus terjalin dengan baik, tercipta, sehingga kita menghindari kerenggangan iklim sosial masyarakat di wilayah yang telah terjadi peristiwa kemanusiaan kemarin.
Ditanya soal dari hasil resesnya tidak ada temuan yang memang belum diketahui?
“Kebutuhan masyarakat hasil reses itu memang oke, banyak hal. Ada jalan tani, ada usul talud, ada usul drainase, ada usulan sembako. Itu semua kita jadikan menjadi satu kesatuan agar kita dalami dalam tahapan selanjutnya. Yang kedua adalah karena Maluku ini kan wilayah kepulauan; Maluku Tenggara, Kota Tual, Aru juga wilayah kepulauan, tentu sarana transportasi lokal menjadi kebutuhan, baik darat maupun laut. Nah, itu yang kita harapkan menjadi agenda kita untuk pembahasan ke depan agar dapat kita wujudkan dalam tindakan nyata,”tutupnya. (*

