MasarikuOnline. Com, Flores timur – Aksi Pemerintah Kabupaten Flores Timur tatkala melakukan penyesuaian terhadap APBD murni Tahun Anggaran 2023 pasca penetapannya sehubung terbitnya PMK 211 dan PMK 212 , kembali mendapat gonggongan barisan DPRD Kabupaten Flores Timur dalam sidang penyampaian penghantar prognosis semester I APBD Kabupaten Flores Timur TA 2023 ,Jumad 28 Juli 2023.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Flores Timur ,Mathias Werong Enay bersama vokalis-vokalis DPRD antara lain Muhammad Mahlim dan Rofin Baga Kabelen langsung meminta barisan eksekutif untuk menjelaskan penggunaan narasi pergeseran dan penyesuaian dalam form mendahului perubahan APBD Kabupaten Flores Timur TA 2023 sebagaimana yang tercantumkan dalam nota penghantar prognosis tersebut.
“Pemerintah terlebih dahulu harus menjelaskan hal ini,harus diluruskan dulu,sebab,penyesuaian atau pergeseran pasca terbitnya PMK 211 dan 212 itu dilakukan sendiri oleh Pemerintah, sama sekali tidak ada pembahasan itu bersama Lembaga DPRD,dan sama sekali tidak pernah ada forum mendahului perubahan APBD TA 2023 itu.Jangan sampai Lembaga ini turut dibawa-bawa bilamana ada persoalan nantinya.”pinta Mathias Enay,Muhammad Mahlin dan Rofin Kebelen tegas.
Lantas akankah prognosis APBD TA 2023 Semester I tersebut bakal menggunakan form APBD Murni atau APBD hasil penyesuaian sepihak itu ?
Tak pelak,Mathias Enay pun melengkingkan pembeberannya atas hasil komunikasi dirinya melalui telepon dengan Kepala BKD Kabupaten Flores Timur beberapa waktu lalu yang menginformasikan kalau dirinya hendak mengkonkonsultasikan hal itu kepada Pemprov NTT.
Mathias Enay yang memimpin sidang tersebut lantas menskors sidang ,sembari meminta utusan Pemkab Flores Timur untuk menghadirkan Pejabat Sekda dan Kepala BP4D serta Kepala Keuangan Daerah.
Bagi kalangan DPRD,Ketiga elite Pemkab Flores Timur tersebutlah yang paling tahu tentang riwayat penyesuaian –penyesuaian APBD pasca penetapanya sehingga berkompoten untuk menjelaskannya dalam forum tersebut.(Eman Niron).















