BI-TNI AL Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2025, Sasar 90 Pulau 3T

oleh -1096 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – Bank Indonesia (BI) kembali melanjutkan komitmennya menjaga kedaulatan mata uang nasional melalui program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2025. Bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), ekspedisi ini akan menyasar 90 pulau di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan terpencil) yang tersebar di 18 provinsi Indonesia.

Pelaksanaan ERB ke-16 tahun ini secara resmi dilepas dari wilayah Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XI Ambon, Maluku, melalui keberangkatan KRI Gulamah-869. Seremonial pelepasan kapal dilakukan pada Selasa (24/9/2025), dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Mohamad Latif, Sekda Provinsi Maluku Ir. Sadali IE, M.Si mewakili Gubernur Maluku, Komandan Kodaeral XI Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, serta jajaran Forkopimda setempat.

Pemilihan Maluku sebagai lokasi pelaksanaan ERB ke-16 bukan tanpa alasan. Wilayah ini dinilai memiliki nilai strategis dan simbolik yang tinggi dalam konteks kedaulatan Rupiah. Sebagai provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara lain, kehadiran uang Rupiah yang layak edar menjadi hal yang krusial demi memperkuat identitas dan kedaulatan ekonomi nasional di wilayah perbatasan.

“Ekspedisi ini bukan hanya tentang distribusi uang, tapi juga tentang menjaga simbol negara. Rupiah adalah identitas bangsa, dan harus hadir di setiap jengkal wilayah NKRI,” ujar Mohamad Latif dalam sambutannya.

BI mengakui bahwa tantangan dalam distribusi uang layak edar di wilayah 3T masih besar. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau, keterbatasan infrastruktur, hingga minimnya akses perbankan membuat sebagian wilayah belum optimal dalam memperoleh layanan kas.

Selain faktor geografis, perilaku masyarakat terhadap uang Rupiah juga menjadi tantangan tersendiri. Banyak uang tidak layak edar ditemukan akibat kebiasaan melipat, menstaples, atau bahkan membasahi uang. Di sisi lain, penggunaan mata uang asing di sejumlah wilayah perbatasan juga dinilai berpotensi mengganggu kedaulatan Rupiah.

ERB merupakan bentuk sinergi antara BI dan TNI AL dalam menjaga keutuhan NKRI. TNI AL berperan dalam aspek pertahanan dan aksesibilitas wilayah, sementara BI memastikan ketersediaan dan kelayakan uang Rupiah di pelosok tanah air.

“Kolaborasi ini membuktikan bahwa kedaulatan negara dijaga tidak hanya dari sisi militer, tapi juga dari sisi ekonomi,” kata Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas.

Dalam pelaksanaan ERB di Maluku tahun ini, tim kas keliling akan menjangkau lima pulau, yaitu:

Pulau Banda

Pulau Seram (Siwalalat dan Kian Darat)

Pulau Buru (Kepala Madan dan Leksula)

Ekspedisi berlangsung selama sepekan, mulai 24 hingga 30 September 2025. Masyarakat di wilayah tersebut akan mendapatkan layanan penukaran uang lusuh, edukasi tentang merawat Rupiah, serta pemahaman mengenai pentingnya penggunaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah.

Sejak diluncurkan tahun 2012, program ERB telah menjangkau 655 pulau melalui 132 kegiatan kas keliling. Pada 2024, BI berhasil melaksanakan 18 kegiatan ERB, menjangkau 90 pulau dengan total nilai penukaran uang mencapai Rp164,4 miliar.

Ke depan, BI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan pelayanan kas dan memperkuat literasi keuangan masyarakat, demi mewujudkan cita-cita Indonesia Maju dari kota hingga pelosok negeri. (**)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.