MASARIKUONLINE.COM. Semarang, 24 Maret 2026 — Jasa Raharja turut hadir dalam pembukaan rekayasa lalu lintas arus balik one way nasional Idulfitri 2026 yang berlangsung di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, pada Selasa (24/3/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran arus balik sekaligus memperkuat aspek keselamatan pengguna jalan sebagai wujud kehadiran negara dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.
Acara tersebut dihadiri oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Pratikno, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, serta Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono.
Penerapan one way nasional dimulai dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikatama. Kebijakan ini diambil untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang diperkirakan terjadi pada puncak arus balik Idulfitri 2026 yang berlangsung pada 25–27 Maret 2026. Selain itu, penggunaan tol fungsional dan rekayasa lalu lintas lainnya juga diterapkan guna mencegah terjadinya bottleneck menuju arah Jakarta.
Dalam sambutannya, Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa pembukaan one way nasional merupakan bagian dari strategi manajemen arus balik pemerintah.
“Manajemen arus balik ditujukan untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, mengurai kepadatan lalu lintas, serta tetap menjaga keselamatan dan kenyamanan para pengendara selama perjalanan. Ini merupakan bagian dari inovasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah juga terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan arus mudik dan balik Idulfitri 2026, baik melalui rekayasa lalu lintas maupun penyediaan fasilitas pendukung. Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa seluruh langkah yang diambil bertujuan untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
“Masyarakat yang melaksanakan arus balik kami harapkan tetap menjaga keamanan dan keselamatan. Manfaatkan fasilitas yang tersedia seperti rest area dan pos pelayanan terpadu untuk beristirahat. Alternatif lain seperti kereta api juga dapat dimanfaatkan, serta kebijakan work from anywhere (WFA) untuk membantu mengurai puncak arus balik,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan perhatian khusus terhadap pengelolaan rest area di sepanjang jalur tol. Ia menyebutkan bahwa jumlah kendaraan pada puncak arus balik diperkirakan mencapai 285 ribu unit.
“Beberapa rest area akan diberlakukan sistem buka tutup, seperti rest area 62B dan 52B, guna mencegah kepadatan seperti yang terjadi saat arus mudik pada 18 Maret lalu,” ungkapnya.
Dari sisi kesehatan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kondisi fisik pengemudi dalam menjaga keselamatan perjalanan.
“Pemerintah menyediakan program cek kesehatan gratis bagi pengemudi. Kami juga mengimbau agar pengendara beristirahat setiap tiga jam. Rasa kantuk dan kelelahan menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan,” ujarnya.
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengungkapkan bahwa tren keselamatan selama periode mudik tahun ini menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data bersama Korlantas Polri pada periode 13–23 Maret 2026, jumlah kecelakaan menurun sekitar 2%, dari 2.397 menjadi 2.349 kejadian. Penurunan paling signifikan terjadi pada korban meninggal dunia yang turun hingga 27%, dari 294 menjadi 213 korban.
Selain itu, hingga 23 Maret 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp10,45 miliar kepada korban kecelakaan melalui program Zero Pending Claim, yang memastikan proses santunan berjalan cepat, tepat, dan transparan.
Awaluddin juga mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik dengan bijak, menghindari puncak kepadatan, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan prima.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Lebih baik tiba sedikit lebih lama tetapi selamat, daripada terburu-buru dan berisiko mengalami kecelakaan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari ekosistem BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia, Jasa Raharja terus berkomitmen memberikan perlindungan dasar kepada masyarakat. Melalui sinergi lintas sektor, Jasa Raharja memastikan kehadiran negara dalam setiap momentum penting, termasuk arus balik Lebaran, dengan layanan yang cepat, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.(*










