MASARIKU.COM, SMPN 15 Ambon dalam melakukan proses pembelajaran saat kondisi Covid-19 ini, tetap berpedoman pada ketentuan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Ambon, dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Ambon, dan khusus bagi SMPN 15 Ambon sendiri tetap menerapkan sistem pembelajaran daring, yang mengharuskan setiap pendidik menyampaikan mata pelajaran baik dari rumah ataupun dari sekolah, hal ini di sampaikan oleh Pejabat sementara Kepala Sekolah SMPN 15 Ambon Bapak J Horhoruw, S,Pd, pada media ini di ruang kerjanya, Kamis (11/11/2021).
Lebih lanjut di sampaikan terkait dengan anak didik yang tidak memiliki Handphone Android, dijelaskan bahwa di anjurkan untuk bergabung dengan teman yang memiliki Handphone Android agar anak didik tersebut, tidak ketinggalan mata pelajaran yang diberikan oleh guru, namun juga ada para pendidik yang secara langsung memberikan tugas-tugas kepada anak didik yang tidak memiliki Handphone Android, “tandasnya.
“Kaitannya dengan pembelajaran tatap
muka terbatas (PTM), SMPN 15 Ambon masih terkendala dengan persyaratan yang ditentukan oleh Pemerintah Kota Ambon, bahwa harus sudah terlaksana vaksinasi 80% bagi anak didik dan 100% bagi pendidik,”terangnya.
Dijelaskannya, untuk pendidik sendiri sudah sekitar 90 % telah di vaksinasi, dan untuk anak didik masih sekitar 60 % yang telah di vaksinasi, namun dari pihak sekolah terus bekerja sama dengan komite sekolah dan telah melakukan koordinasi dengan orang tua peserta didik agar dapat membawa anak mereka untuk di vaksinasi, hal ini dilakukan agar SMPN 15 Ambon dapat masuk sebagai sekolah yang dapat melakukan pembelajaran tatap muka terbatas.
Kami memang sudah menyiapkan peralatan-peralatan seperti alat cuci tangan di depan kelas dan masker untuk semua anak didik dan juga pendidik, dan juga persiapan ruang kelas, apabila rencana tatap muka terbatas itu di laksanakan,” pungkasnya.
Di tempat terpisah media ini mencoba mewawancarai beberapa anak didik sehubungan dengan rencana pembelajaran tatap muka terbatas, dijelaskan bahwa mereka sangat rindu ingin bertemu dengan teman-teman lainnya untuk belajar bersama seperti dulu, namun ketika di tanya tentang vaksinasi beberapa siswa serempak menjawab belum vaksin, dengan alasan takut dan sebagainya.
Di akhir wawancara kami, Pejabat sementara Kepala Sekolah menyampaikan semoga ada dukungan orang tua supaya dapat membawa anak mereka untuk di vaksin, agar target tatap muka terbatas bisa terlaksana, di samping itu juga perlu ada dukungan dari komite sekolah maupun stekholder yang ada serta masyarakat lingkar sekolah agar dapat memberikan kontribusi yang baik demi dan untuk kemajuan sekolah ini ke depannya. ( J**).















