MasarikuOnline. Com, Ambon – Peningkatan penderita HIV/AIDS di kota Ambon pada periode Januari sampai Mei 2023 menunjukkan angka yang signifikan, tercatat sebanyak 164 kasus berdasarkan data Dinkes kota Ambon.
Berdasarkan sumber Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Ambon, Jumlah kasus baru HIV/AIDS mencapai 164 kasus, sehingga secara kumulatif sejak 2021 jumlah kasus HIV mencapai 2.284 kasus, sedangkan AIDS tercatat sekitar 992 kasus, yang didominasi oleh kelompok laki-laki.
Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon, Wendy Pelupessy saat ditemui media ini di ruang kerjanya pada Rabu (16/08/2023) menjelasan, Dinas Kesehatan kota Ambon telah melakukan kerja secara maksimal, justru dari hasil kerja itu kita turun ke lapangan untuk mencari dan melakukan screening kepada kelompok-kelompok yang berpotensi atau beresiko untuk dilakukan pengobatan sehingga umur harapan hidup mereka dapat diperpanjang.
“Dinas kesehatan kota Ambon telah melakukan tugas dan tanggung jawab dengan melakukan screening untuk mendeteksi secara dini seluruh penyakit menular, sehingga kalau ditemukan bisa langsung diobati, kuman atau virus nya bisa dilemahkan sehingga daya penularannya tidak terlalu cepat,” jelas Pelupessy.
Menurutnya, semakin banyak kita melakukan screening pada kelompok berpotensi, kita dapat melakukan pencegahan dini. Kasus HIV AIDS ini merupakan fenomena gunung es, yang kalau tidak dilakukan screening secara berkala maka sewaktu-waktu akan meledak jumlahnya.
“Pemerintah pusat menargetkan 30.000 kelompok berpotensi harus dilakukan screening oleh dinas kesehatan kota Ambon. Kita akan semakin banyak melakukan screening kepada kelompok-kelompok berpotensi, sehingga dapat dilakukan pengendalian penyebarannya,” ungkapnya.
Pelupessy menambahkan, HIV/AIDS ini bukan merupakan tanggungjawab pemerintah saja. Terkait dengan perilaku hidup, siapa yang harus menjaganya, kita butuh banyak komponen yang turut berperan di dalam pencegahan penyebaran virus HIV/AIDS ini.
“Fakta utama ada keluarga, termasuk dunia pendidikan, peran tokoh-tokoh agama kalangan pemerhati, LSM, kita sama-sama saling bersinergi dalam melakukan sosialisasi dan edukasi terkait resiko dan penularan virus HIV/AIDS ini,” jelasnya lagi.
Untuk terhindar dari terjangkitnya virus HIV/AIDS menurut Pelupessy adalah, setia kepada satu pasangan, tidak berganti-ganti pasangan, tidak melakukan sex bebas atau sex sesama jenis. (JR)

