MasarikuOnline.com, Ambon – Mengantisipasi persoalan antara kelompok pemuda Ambon dan Madura yang terjadi di Jakarta, Kapolsek Sirimau, AKP. Sally Leweriss melakukan pertemuan dengan mengundang Ketua Paguyuban suku Madura kota Ambon, Husen.
Pertemuan berlangsung di Bangkalan Madura RT 002/02 Jln Pala, Kecamatan Sirimau kota Ambon, pada Minggu (12/02/2023) pukul 13.25 Wit
Hadir dalam pertemuan itu, Kapolsek Sirimau, AKP, Sally Lewerissa, Ketua Paguyuban Suku Madura untuk Kota Ambon HUSEN, Kanit IK Sek Sirimau, Bhabinkamtibmas Kel Hunipopu, FANDI (Perwakilan pangkas rambut madura Jl. PH. Latumahina Paradise Tengah) RUSLI (Perwakilan pangkas rambut madura Jl AY Patty) . KAHLIQ (Perwakilan pangkas rambut Madura Jl AM Sangadji), SUBHAI (Perwakilan pangkas rambut madura Puskud), SUDALI (Perwakilan pangkas rambut madura Jl. Sam Ratulangi), HOLIN (Perwakilan pangkas rambut madura Jl. Sam Ratulangi), Serta para pemuda Madura sekitar 10 Orang.
Lewerissa dalam pertemuan itu mengatakan, menyikapi apa yang terjadi di Jakarta mari kita bangun sikap toleransi,karena kehadiran basudara yang saat ini berada di Kota Ambon bukan mencari masalah melainkan hanya untuk mencari nafkah. Olehnya itu kita dari pihak Kepolisian mengharapkan agar permasalahan yang terjadi di Jakarta tidak terbawa sampai ke Kota Ambon, jangan terprovokasi dengan kejadian yang terjadi saat ini.
“Bila terjadi sesuatu segera laporkan ke Personil Bhabinkamtibmas dan biarkan Pihak Kepolisian yang mengambil langkah-langkah selanjutnya,” Jelasnya.
Lewerissa menambahkan, terkait dengan sosialisasi kepada masyarakat madura, pimpinan kami telah memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat madura yang ada di Kota Ambon.
Ditempat yang sama Husen, selaku ketua paguyuban menjelaskan, untuk masyarakat Madura yang berada dibeberapa kawasan dalam kota Ambon tidak mendapatkan sosialisasi seperti ini, sehingga tidak menutup kemungkinan mereka akan terbawa emosi atau terpancing dengan situasi saat ini.
Untuk itu kami juga meminta kepada pihak kepolisian agar hal seperti ini dapat dilakukan bagi masyarakat madura yang ada dikota ambon secara keseluruhan, sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak dinginkan oleh kita bersama.
“Kami juga akan menyampaikan hal yang saat ini disampaikan oleh Pihak Kepolisian kepada masyarakat kami yang tidak sempat hadir, untuk menyikapi hal tersebut,” jelas Husen.
Salah satu pemuda Madura, Jainal, berkesempatan menyampaikan pendapatnya, masyarkat Madura yang ada di kota Ambon tidak pernah mencari masalah dengan siapapun juga, kami hanya bertujuan untuk mencari makan.
Menurutnya, banyak masyarakat yang berasal dari daerah lain yang dialeg bahasanya hampir sama dengan dialeg Madura, sering mencari masalah dan membawa nama suku madura, Sehingga yang ditakutkan kami orang asli Madura tidak tahu menau tentang masalah tersebut akan kena imbas.
Akhir dari pertemuan tersebut, dilakukan pembuatan video pesan-pesan damai oleh Ketua Paguyuban Madura dan Perwakilan Masyarakat Madura serta didampingi oleh Kapolsek Sirimau, Kanit IK Sektor Sirimau dan Personil Bhabinkamtibmas Kelurahan Hunipopu. (JR)

