Samson Ataparry : “Ketidakhadiran Kadis Pendidikan Pro-Mal Atas Undangan Komisi IV Sangat Disayangkan”

oleh -1864 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Ambon – Samson Ataparry selaku Ketua Komisi IV DPRD provinsi Maluku agak kesal dan sangat menyayangkan Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku DR Insun Sangadji ketidakhadirannya atas undangan dari Komisi IV

Ataparry juga menegaskan ada agenda yang sangat penting menyangkut masalah pendidikan yang di bahas Pembahasan anggaran dan lain sebagainya

Pernyataan ini disampaikan Ataparry dalam Rapat paripurna penyampaian dokumen laporan pertanggung-jawaban pemerintah provinsi Maluku yang digelar di kantor DPRD provinsi Maluku, Kamis (04/04/2024).

Menurut Ataparry Kami undang Beliau tidak hadir dan tidak mengikuti rapat agak aneh juga si, yang agak membingungkan kami, beliau mengklarifikasi lewat media ketidakhadiran beliau karena tidak di ijinkan oleh atasannya dalam hal ini Saudara gubernur, wakil gubernur , dan Sekda, imbuh Ataparry,

“Kami mempertanyakan pengelolaan sistem pemerintahan seperti apa.?,” ucapnya.

Ataparry juga menegaskan bahwa” DPRD provinsi Maluku ini mitra kita ingin mengkonfirmasi berbagai persoalan pendidikan terutama terkait pengelolaan Dana Alokasi Khusus, (DAK)

Karena pengawasan yang kami lakukan itu pengelolaan DAK untuk pembangunan laboratorium fisik SMA dan SMK kami melihat bahwa mutu pendidikan sekolah sekolah kita itu rendah

“Kami berharap lewat bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, bangunannya kelihatan bagus agar dalam waktu jangka panjang, mutu dan kualitas pendidikan kita itu akan semakin baik,” ujarnya.

Namun apa yang terjadi di lapangan pengelolaannya itu amburadul kurang dari ekspetasi yang diharapkan,”pungkasnya

“Kami juga melihat dan menemukan ada bangunan fisiknya seperti jendela,pintu dan juga atap bangunan sekolah banyak yang sudah rusak,” katanya.

Hal ini sesuai dengan hasil pengawasan kita dari komisi IV yang turun secara langsung melihat di tempat

“Kami mencoba mengkonfirmasi hal ini ke pihak sekolah sekolah tersebut (SMA dan SMK) yang sudah dikerjakan tidak sesuai dengan ekspetastasi itu banyak dikerjakan oleh adik kadis,” imbuhnya.

“Lagi – lagi kita mencoba mengkonfirmasi masalah ini ke pihak sekolah ,ternyata dari pihak sekolah tidak perlu disebutkan secara terbuka dan mengakui bahwa proyek proyek pekerjaan Pembangunan sekolah baik itu renovasi maupun dikerjakan baru baru itu banyak dikerjakan oleh konco konco dari kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku DR Insun Sangadji,” pungkasnya pada awak media. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.