Penggelapan Aset Nasabah, BRI KC. Ambon Lakukan Audit Internal Ungkap Kasus ini

oleh -1790 Dilihat

MasarikuOnline Com, Ambon – Kepada media ini, Hadi Benjamin mengklaim terkait aset miliknya dirampok oleh oknum yang tidak bertanggung jawab di salah satu bank di Maluku.

Menurut penuturan Benjamin pada Jumat 11 November 2023, ilhwal kasus ini terjadi pada tiga tahun silam, saat peristiwa gempa bumi yang terjadi di Maluku.

“Peristiwa gempa bumi itu menyebabkan dirinya mengalami kredit macet, sehingga dilakukan penyitaan oleh BRI KC. Ambon,” Jelas Benjamin.

Benjamin menjelaskan, Perjanjian PG kredit ini pada waktu itu disita oleh Bank BRI Ambon. Tapi mereka menggelapkannya. Kredit yang saya ambil tidak sebanding dengan penyitaan aset yang terjadi. Ada dua aset miliknya, berupa Rumah tinggal dan Kapal. Namun, sayangnya salah satu aset milik yang berupa Kapal ternyata bukan saja di tarik, tapi sudah dijual sehingga dirinya merasa dirugikan.

Personal ini lalu di konfirmasi oleh wartawan kepada pihak BRI, dan diterima langsung oleh Wakil Pimpinan Cabang BRI Ambon, Refi Lestaluhu di ruang kerjanya pada Senin (13/11/2023).

Lestaluhu mengatakan, benar jaminan debitur Benjamin sudah ditarik pihak BRI berdasarkan komplain, sementara di selidiki dan dirinya membenarkan ada dua jaminan Debitur.

“Kami telah membentuk tim dan langsung secara internal melakukan pemeriksaan berkas-berkas Debitur yang lama termasuk Benjamin, ternyata ada dua jaminan yaitu kapal dan rumah tinggal, Dalam berkas riwayat kita, Kapal itu tidak pernah di tarik.” Ungkap Lestaluhu.

Lestaluhu mengatakan, kemungkinan dapat di simpulkan bahwa penarikan kapal itu tidak sesuai dengan prosedur kita, oleh karenanya sekarang yang lagi kita dalami.

“Yang menjadi persoalan sekarang adalah orang yang dulunya bertugas pada posisi tersebut sudah mutasi tempat tugas, hal ini yang membuat kita agak lama dalam menelusuri kasus ini,” akunya.

Lanjutnya, pihak Bank BRI sendiri sudah daftarkan kasus ini ke bagian pemeriksaan atau bagian audit untuk di dalami dan di periksa lagi lebih lanjut oleh pihak berwenang secara internal dan tidak menutup kemungkinan pihak-pihak yang terkait dengan masalah ini akan di panggil untuk mendapatlan keterangan yang lebih valid.

Lestaluhu menegaskan, Petugas BRI sendiri sementara sedang menyelidiki oknum yang membeli Kapal tersebut di pesisir Asilulu.

“Petugas kami sedang menyelidiki di kawasan Asilulu, dan kita belum menemukan karena hanya mengetahui inisianya saja. Karena oknum yang menjualpun tidak mengetahui secara detail nama lengkap dan alamat lengkap dari si pembeli,” Ungkapnya lagi.

Lestaluhu menegaskan masalah ini sudah kita laporkan ke bagian Audit Bank BRI untuk di dalami, diproses, dan diseriusi, bahkan kita akan bawah kasus ini lebih jauh terhadap penyimpangan ini.

“Pihak BRI tidak akan lindungi siapapun oknum-oknum yang terlibat, jangan sampai perbuatan satu, dua orang nama besar kita jadi rusak. Kita juga tidak main-main dengan persoalan ini,” Pungkasnya. (JR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.