Pegadaian Dorong Wartawan Jadi Duta Literasi Keuangan di Maluku

oleh -97 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – PT Pegadaian terus memperkuat perannya dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat. Melalui kegiatan Edukasi dan Training of Trainers (ToT) Media Massa Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia, Pegadaian mendorong wartawan menjadi garda terdepan penyebaran informasi keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Hal itu disampaikan Deputi Bisnis PT Pegadaian Cabang Ambon, Hardsal Rahman, saat menjadi pemateri dalam kegiatan bertema Penguatan Kapasitas Wartawan sebagai Duta Literasi di Sektor Jasa Keuangan, yang digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku, Kamis (15/1/2026).

Dalam paparannya, Hardsal menjelaskan bahwa Pegadaian saat ini merupakan bagian dari BRI Group Holding, bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Permodalan Nasional Madani (PNM). Ketiga entitas tersebut berada dalam satu holding yang berinduk di BRI.

“Pegadaian sudah berusia 124 tahun dan Insya Allah pada 1 April mendatang genap 125 tahun. Dengan usia tersebut, kami terus berupaya menghadirkan layanan yang menjadi solusi keuangan terbaik bagi masyarakat,” kata Hardsal.

Ia menambahkan, Pegadaian memiliki jaringan yang luas di seluruh Indonesia dengan 12 kantor wilayah, termasuk wilayah Makassar yang membawahi Area Ambon. Area Ambon sendiri menaungi enam cabang, yakni Cabang Ambon, Cabang Syariah Ambon, Cabang Tual, Cabang Nusa Dewa, Cabang Masohi, dan Cabang Namlea.

“Secara nasional Pegadaian memiliki lebih dari 4.085 outlet. Di Ambon sendiri terdapat 41 outlet, termasuk unit layanan yang beroperasi bersama BRI di sejumlah wilayah,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan kantor fisik, Pegadaian juga membuka peluang kemitraan melalui Agen Pegadaian, termasuk bagi insan media.

Menurut Hardsal, wartawan tidak hanya dapat berperan sebagai penyampai informasi literasi keuangan, tetapi juga berpotensi memperoleh manfaat ekonomi sebagai agen resmi.

“Teman-teman media bisa menjadi perpanjangan tangan Pegadaian. Selain menyebarkan edukasi, ada benefit yang bisa diperoleh sebagai agen Pegadaian,” jelasnya.

Konsep “4 Sehat 5 Sempurna” Finansial
Dalam sesi literasi, Hardsal mengangkat konsep “4 Sehat 5 Sempurna Finansial” sebagai formula pengelolaan keuangan yang sehat. Konsep tersebut meliputi pengelolaan penghasilan dengan alokasi investasi sejak awal, pemisahan kebutuhan dan keinginan, persiapan dana darurat, pemilihan instrumen investasi yang tepat, serta kecerdasan dalam memilih lembaga jasa keuangan.

Ia menekankan pentingnya menyisihkan minimal 10 persen penghasilan untuk investasi di awal, bukan menunggu sisa dari pengeluaran bulanan.

“Kalau menunggu sisa, biasanya tidak akan pernah ada sisa untuk investasi. Karena itu, investasi harus dilakukan lebih dulu,” katanya.
Selain itu, Hardsal mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap tawaran investasi ilegal dan lembaga keuangan yang tidak jelas legalitasnya.

“Hadirnya Pegadaian dan OJK di sini ingin membangun kesadaran agar masyarakat lebih cerdas dan berhati-hati dalam berinteraksi dengan lembaga jasa keuangan,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran wartawan sebagai Duta Literasi Keuangan, sekaligus menjadi penggerak edukasi finansial yang kredibel dan berkelanjutan di tengah masyarakat Maluku. (**)