OJK Maluku & GPM Latih 70 Pendeta Jadi Penggerak Duta Literasi Keuangan

oleh -2013 Dilihat

MasarikuOnline. Com, Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku bekerja sama dengan Gereja Protestan Maluku (GPM) menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) Penggerak Duta Literasi Keuangan di Kota Ambon. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 70 pendeta dari berbagai klasis di Pulau Ambon dan pulau-pulau Lease.

Kegiatan yang berlangsung intensif ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pendeta terkait pengelolaan keuangan sederhana serta langkah-langkah melindungi jemaat dari praktik keuangan ilegal, seperti investasi bodong dan pinjaman online ilegal.

Kepala OJK Provinsi Maluku, Andi Muhammad Yusuf, menegaskan pentingnya peran pemuka agama, khususnya pendeta, dalam membimbing jemaat untuk bijak secara finansial.

“Pendeta memiliki posisi strategis dalam komunitas. Mereka bisa menjadi agen literasi keuangan yang efektif untuk melindungi jemaat dari kerugian akibat praktik keuangan ilegal,” ujar Andi dalam sambutannya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga mengajak para pendeta untuk bergabung dalam program OJK PEDULI, sekaligus memperkenalkan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) – pusat layanan pelaporan penipuan di sektor jasa keuangan. Jemaat diimbau untuk segera melaporkan jika menjadi korban penipuan melalui portal iasc.ojk.go.id atau melalui layanan konsumen OJK di nomor 157.

Ia juga menekankan prinsip dasar dalam berinvestasi, yakni “2L: Legal dan Logis”. Artinya, pastikan produk keuangan memiliki izin resmi dari OJK dan menawarkan imbal hasil yang wajar.

“Kalau tidak legal dan tidak logis, maka patut dicurigai sebagai investasi ilegal. Jangan mudah tergiur janji untung besar dalam waktu singkat,” tegas Andi.

ToT ini menghadirkan narasumber dari OJK, Sinode GPM, dan Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), dengan materi-materi praktis seperti pengelolaan keuangan keluarga, mengenali ciri-ciri investasi ilegal, dan perlindungan konsumen di sektor keuangan.

Ketua Sinode GPM, Pdt Elifas  Maspaitella menyambut baik kolaborasi ini dan berharap program ini terus berlanjut secara konsisten. Menurutnya, peningkatan literasi keuangan adalah bagian dari pelayanan gereja kepada masyarakat.

Sebagai informasi, berdasarkan data OJK, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia meningkat dari 65,43% menjadi 66,46% di tahun 2025, seiring dengan gencarnya upaya edukasi keuangan yang dilakukan OJK di berbagai daerah.

Ke depan, OJK Maluku dan GPM berkomitmen menjadikan para pendeta sebagai penggerak literasi keuangan di lingkungan jemaat, agar masyarakat Maluku semakin cerdas finansial, waspada terhadap penipuan, dan mandiri secara ekonomi. (**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.