MasarikuOnline. Com, Ambon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku memperkuat sinergi dengan Gereja Protestan Maluku (GPM) guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat hingga ke pelosok daerah. Kolaborasi ini juga difokuskan untuk mengedukasi masyarakat agar terhindar dari praktik pinjaman online (pinjol) ilegal dan investasi bodong yang masih marak terjadi.
Langkah tersebut ditandai dengan audiensi Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, bersama Ketua Sinode GPM, Pdt. Sacharias Izack Sapulette, beserta jajaran pengurus GPM di Kantor Sinode GPM, Ambon, Kamis (18/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama strategis dalam penyebarluasan edukasi keuangan kepada masyarakat Maluku melalui jaringan gereja yang tersebar hingga ke tingkat jemaat di berbagai wilayah.
Kepala OJK Provinsi Maluku, Haramain Billady, mengatakan peran tokoh agama memiliki pengaruh besar dalam membangun pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan yang sehat dan aman.
“GPM memiliki jangkauan yang luas hingga ke pelosok Maluku. Karena itu, kami melihat adanya peluang besar untuk berkolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk memberikan pemahaman tentang bahaya pinjaman online ilegal, investasi bodong, serta pentingnya menggunakan produk dan layanan keuangan yang legal dan diawasi,” ujar Haramain.
Menurutnya, tingkat literasi keuangan yang baik menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mencegah kerugian akibat aktivitas keuangan ilegal yang semakin beragam.
Ia menegaskan OJK terus berkomitmen memperluas jangkauan edukasi keuangan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi keagamaan yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap pesan-pesan edukasi keuangan dapat diterima lebih efektif oleh masyarakat sehingga mereka semakin cakap dalam mengelola keuangan dan tidak mudah terjebak dalam tawaran investasi maupun pinjaman yang tidak memiliki izin,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Sinode GPM, Pdt. Sacharias Izack Sapulette, menyambut baik inisiatif OJK Maluku tersebut. Menurutnya, edukasi keuangan menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat di tengah perkembangan teknologi dan semakin beragamnya produk keuangan yang ditawarkan.
GPM, lanjutnya, siap mendukung berbagai program edukasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan umat dan mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam mengambil keputusan keuangan.
Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan sinergi antara OJK Maluku dan GPM dalam membangun masyarakat yang memiliki pemahaman keuangan yang baik, mampu memanfaatkan layanan keuangan secara optimal, serta terlindungi dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal. (**)

