Masarikuonline.Com, Ambon – Kebersamaan dalam kesukacitaan hidup orang basudara sangat penting untuk di jaga dan terus dirajut demi untuk kebahagiaan hidup orang tua, adik kaka, anak cucu orang basudara, demikian yang disampaikan oleh koordinator perkumpulan “Srikandi” Ibu Tien Moniharapon dalam sukacita perayaan Paskah Kristus tahun 2022 yang dilakukan Oleh perkumpulan Srikandi selama dua hari di pantai Lawena, Senin 18/4/2022.
Tien Moniharapon menjelaskan, perkumpulan “Srikandi” ini adalah perkumpulan keluarga Moniharapon yang telah terbentuk sejak empat (4) tahun lalu dengan jumlah anggotanya 80 orang.
“Ini adalah perkumpulan keluarga Moniharapon, keberadaan perkumpulan Srikandi ini bukan hanya di Ambon saja, ada di Jakarta, Surabaya, Makasar, Sorong, Jayapura dan Maluku Barat Daya,”Ungkap Tien Moniharapon.
Lanjut nya, dalam perayaan syukur Paskah Kristus tahun ini, perkumpulan Srikandi melaksanakannya di pantai Lawena dalam bentuk “Doa”, yang di pimpin oleh Bapak Tony Siahaya dengan menghadirkan orang tua dan anak-anak cucu.
“Syukur Paskah Kristus yang dilakukan Perkumpulan Srikandi selama dua hari di pantai Lawena itu menghadirkan orang tua dan anak-anak cucu, hari pertama kami awali Syukur Paskah Kristus dengan Doa dan selanjutnya di meriahkan dengan beberapa permainan antara lain Cerdas Cermat Alkitab dan Pesona 13, pada hari kedua dilakukan lomba mencari telur Paskah dan melukis telur Paskah dan beberapa permainan games, semua Lomba dan permainan yang diikuti oleh anak-anak mendapatkan hadiah dan bonus,” Jelas Tien Moniharapon.
Bapak Tony Siahaya dalam Refleksi Firman mengajak semua orang tua, adik kakak dan cucu dari perkumpulan Srikandi untuk dapat memaknai kisah penyaliban Yesus Kristus dalam syukuran Paskah Kristus tahun ini untuk dapat lebih mempererat serta saling merangkul satu dan lain dalam perkumpulan Srikandi demi kebahagiaan bersama,
Tien Moniharapon menambahkan, momen indah yang pernah perkumpulan Srikandi ini lakukan adalah mengunjungi tanah Toraja “negeri diatas awan”, berkumpul di Ambon, berkunjung ke Surabaya dan terakhir berkumpul di Ambon kembali. (JR**)
















