Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon Melakukan Pengamanan Satu Warga Negara Belanda Terkait Dugaan Pelanggaran Keimigrasian

oleh -178 Dilihat

MasarikuOnline.Com, Ambon – Seorang warga negara Belanda, inisial EJGL yang diamankan pada 13 Oktober 2023  di hotel The City oleh Imigrasi Ambon terkait dugaan pelanggaran keimigrasian, telah menjalani pemeriksaan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon.

Hal ini disampaikan Kepala kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon, ABDURAAB ELY, dalam Press Release yang berlangsung di kantor imigrasi kelas I TPI Ambon, pada Senin (23/10/2023).

ABDURAAB ELY menjelaskan, Pada tanggal 12 Oktober 2023 Kantor Imigrasi mendapat informasi dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Maluku terkait dugaan Pelanggaran Kemigrasian oleh Warga Negara Belanda EJGL, Informasi tersebut merupakan hasil rapat Koordinasi Unsur Intelijen Terbatas yang diadakan di ruang Rapat Kejaksaan Tingg Maluku pada 11 Oktober 2023.

“Menindaklanjuti informasi tersebut, Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon melakukan pengamanan terhadap Warga Negara Belanda EJGL yang sedang berada di City Hotel Kota Ambon dan dibawa ke Kantor imigrasi Kelas TPI Amban,” Jelas Ely.

Selanjutnya, berdasarkan Laporan Kejadian Nomor: LK WNA/103/X/2023/INTELDAKIM
Warga Negara Belanda EJGL diamankan di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ely menjelaskan lagi, Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ambon melakukan pemeriksaan terhadap Warga Negara Belanda EJGL yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan. Untuk menguatkan Hasil BAP dengan  berkoordinasi dengan instansi terkait dan memanggil 4 (empat) mahasiswa Warga Negara Belanda untuk dimintai keterangan terkait yang bersangkutan.

“Dari hasil pemeriksaan EJGL adalah Warga Negara Belanda Tempat/tanggal Lahir: Amhem, 30 Desember 1956 Paspor No: NUSCRDFL2 berlaku s/d 29-04-2026, Visa 8211A, EJGL pertama kali datang ke Indonesia pada tahun 2010 ke Bali dalam rangka
liburan. Yang bersangkutan sudah sering bolak balik ke Indonesia, terakhir datang ke Indonesia dengan tujuan Ambon pada tanggal 28-05-2023 melalui Bandara internasional Soekarno Hatta Tangerang,” Ungkap Ely.

Ely mengatakan, EJGL datang sendiri ke Indonesia dengan tujuan ke Ambon untuk pembicara dengan instansi-instansi daerah di Ambon berkaitan dengan pengiriman Mahasiswa dari Belanda untuk magang di Ambon dan pengiriman mahasiswa jurusan keperawatan dari Ambon ke Belanda yang sudah lulus untuk bekerja di Belanda.

“EJGL datang ke Indonesia menggunakan Visa 211A Pembicaraan bisnis. EJGL pertama kali ke Ambon dan tahun 2014 dengan tujuan wisata. Pada tahun 2015 datang lagi ke dengan tujuan melakukan pembicaraan dengan Instansi-instansi daerah Ambon terkait pengiriman mahasiswa Belanda ke Ambon untuk magang,  Kemudian pada tahu 2017 datang lagi ke Ambon dalam rangka memenuhi undangan dari Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Ambon,” Tuturnya.

Sampai sekarang yang bersangkutan melakukan pembicaraan dan membuat kerjasama dengan instansi-instansi daerah di Ambon tentang bagaimana cara mahasiswa-mahasiswa keperawatan yang sudah lulus untuk pergi ke Belanda dalam rangka bekerja dan mahasiswa-mahasiswa Belanda untuk magang di Ambon.

Dan hasil pembicaraan dengan instansi-instansi daerah yang bersangkutan melakukan Kerjasama dengan RSUD Haulussy dan berhasil mendatangkan 2 (dua) Warga Negara Belanda yang magang di RSUD Haulussy dan terdapat 2 (dua) Warga Negara Belanda yang secara sukarela mengajar di Sekolah Ambon.

Mahasiswa dari Belanda tidak membayar kepada yang bersangkutan akan tetapi mereka membayar ke ISNS (International Stagebegeleiding Nederlandse Studenten) yang adalah perusahaan yang bergerak di bidang Pendidikan dimana yang bersangkutan bekerja.

EJGL juga sudah ke Universitas Pattimura Ambon sekitar 30 kali, di sana yang bersangkutan diminta PT Care Indonesia melakukan sosialisasi untuk mengajak mahasiswa-mahasiswa yang sudah lulus untuk bisa bekerja di Belanda Tetapi sampai sekarang belum ada yang diberangkatkan ke Belanda.

Yang bersangkutan selama di Universitas Pattimura tidak pernah mengajar. Yang bersangkutan juga berperan dalam komunikasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon sampai terjalin Kerjasama dan selama dimintai tolong oleh PT Care Indonesia tidak mendapat upah atau bayaran. Yang bersangkutan tidak mendapat bayaran dari Universitas Pattimura. Dan selama di Ambon tidak pernah mendapat bayaran dan Instansi manapun. Yang bersangkutan mendapat bayaran dari ISNS perusahaan dari Belanda PT. ISNS (International Stagebegeleiding Nederlandse Studenten).

EJGL juga tidak menarik biaya kepada anak-anak yang mau pergi ke Belanda dan hanya melakukan survey saja. Syarat Anak-anak Ambon yang mau bekerja di Belanda harus mengerti Bahasa Belanda dengan dibuktikan dengan sertifikat.

Selanjutnya anak-anak Ambon harus mengikuti tes yang dilakukan oleh perusahaan yang akan memperjakan di Belanda. Yang bersangkutan tidak membuka pelatihan Bahasa Belanda, akan tetapi dari PT.Care Indonesia yang membuka pelatihan Bahasa Belanda.

Kontrak yang dibuat oleh anak-anak Ambon Itu adalah kontrak bagi mahasiswa yang akan berangkat ke Belanda, tetapi untuk kontrak mengikuti kursus Bahasa Belanda yang diselenggaran oleh PT Care Indonesia di Ambon, Kontrak ini dibuat untuk keseriusan mahasiswa yang akan ke Belanda. Jadi untuk mereka yang nanti sudah di Belanda tidak ada untuk mengganti sejumlah uang.

Ely menuturkan, berdasarkan Fakta-fakta tersebut diatas, dapat di simpulkan bahwa yang bersangkutan tidak terbukti melanggar aturan Keimigrasian, karena indeks visa 8211A diperuntukan untuk Orang Asing di Indonesia melakukan kegiatan antara lain, Wisata, Sosial, Bisnis, Tugas Pemerintahan, Seni dan Budaya, Meneruskan Perjalanan ke Negara Lain, Olahraga Tidak Bersifat Komersial Studi Banding, Kursus Singkat, dan Pelatihan Singkat, Kunjungan magang akademik: Mengikuti magang yang dipersyaratkan dalam kurikulum akademik orang asing di luar negeri sepanjang tidak menerima imbalan. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.